MerahPutih.com - Istana Negara merespons pengakuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dikabarkan siap menjembatani pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Megawati Soekarnoputri.
Belakangan ini, hubungan Jokowi dengan Presiden kelima yang juga Ketua Umum PDIP itu tengah renggang pascabeda jalan politik di Pemilu 2024.
Baca Juga:
Megawati Berjoget Kritik Pemerintah dengan Lagu, Puan Suarakan Lawan Intimidasi
Menanggapi itu, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan Presiden Jokowi terbuka untuk bertemu dan bersilahturahmi dengan para tokoh-tokoh bangsa termasuk Megawati.
"Presiden selalu terbuka untuk bertemu, bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa. Apalagi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa," kata Ari dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/2).
Menurut Ari, inisiatif pertemuan bisa muncul dari manapun. Namun, dia lebih menekankan pentingnya silaturahmi antartokoh bangsa yang bermanfaat bagi negara.
"Inisiatif pertemuan bisa muncul dari mana saja tapi yang paling penting adalah silaturahmi antar tokoh bangsa pasti akan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.
Baca Juga:
Megawati: Hei Polisi, Hei Tentara, Jangan Lagi Intimidasi Rakyatku!
Sekedar informasi, Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X membenarkan dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjembatani pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri.
Namun, Sultan memilih bersifat pasif menunggu Jokowi memintanya. “Saya akan menjembatani ya terserah presiden. Gitu saja,” kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta, Senin 12 Februari 2024. (Knu)
Baca juga: