INDONESIA Society of Interventional Cardiology Annual Metting (ISICAM) kembali dihelat secara luring pada 24-26 November 2022 di Shangri La Hotel, Jakarta. Acara ini merupakan yang terbesar untuk intervensi kardiologi di Indonesia.
ISICAM dihadiri oleh 177 pembicara serta moderator yang sebagian besar merupakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah. Selain itu, 34 pembicara internasional turut hadir dalam acara ini.
Baca Juga:
Terapi Infertilitas Tingkatkan Risiko Komplikasi Jantung dan Kehamilan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam ISICAM 2022 menuturkan bahwa salah satu penyakit berbahaya adalah penyakit Kardiovaskular. "Tentu dengan adanya acara ini, penelitian yang kita lakukan akan cepat mendapatkan solusi terbaik untuk penanganan penyakit ini," ujar Budi di Shangri La Hotel, Jumat (25/11).
Penyakit kardivaskular merupakan penyakit utama di dunia dengan moralitas tertinggi. Penyakit ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi penyakit Kardiovaskular seperti hipertensi meningkat dari 25,8 persen (2013) menjadi 34,1 persen (2018), stroke 12,1 per mil (2013) menjadi 10,9 per mil (2018), penyakit jantung koroner tetap 1,5 persen (2013-2018), penyakit gagal ginjal kronis, dari 0,2 persen (2013) menjadi 0,38 persen (2018).
Salah satu penanganan untuk penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, membutuhkan layanan kesehatan tingkat lanjut yaitu kateterisasi jantung dan pemasangan ring. Kateterisasi adalah salah satu prosedur intervensi kardiologi. Kateterisasi bekerja dengan memasukan alat dalam tubuh tanpa pembedahan.
"Intervensi kardiologi Indonesia berkembang pesat, bukan saja pemasangan ring pada penyempitan pembuluh darah, namun juga berbagai prosedur intervensi non bedah pada kasus-kasus penyakit lainnya," jelas Ketua ISIC, Dr. dr. Doni Firman.
Baca Juga:
ISICAM 2022 dihadiri oleh lebih dari 1.300 peserta yang sudah terdaftar sejak tujuh hari sebelumnya. Bertemakan We Are All Connected by Heart and Vessel Intervention, topik pembahasan yang dihadirkan adalah kateterisasi jantung. Seperti pemasangan ring di pembuluh darah kaki dan pembuluh darah besar Aorta, serta penanganan penyakit katup jantung hingga penutupan lubang jantung pada kelainan jantung bawaan.
Terdapat 11 workshop untuk dokter, dan satu workshop untuk perawat. Lalu ada 21 sesi simposoum serta diskusi kasus yang dikerjakan secara live di Selandia Baru dan India.
"Perhelatan ini diharapkan menjadi ajang meningkatkan ilmu, bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kolaborasi di dunia intervensi kardiologi, untuk kebaikan pelayanan dan penanganan pasien-pasien jantung dan pembuluh darah di Indonesia," tutup Ketua Panitia ISICAM 2022 dr. Ismir Fahri. (far)
Baca Juga:
Pola Makan Sehat yang Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung