Ini yang Bakal Dibahas Menlu dalam Pertemuan Tingkat Menteri Asia-Eropa

Sabtu, 18 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan bertolak ke Myanmar untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa ASEM ke-13 di Naypyidaw pada 20-21 November 2017.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, ASEM (Asia-Europe Meeting) merupakan satu-satunya mekanisme kerja sama inklusif antara negara-negara Asia dan Eropa.

Anggota ASEM terdiri dari 51 negara, 21 dari Asia dan 30 dari Eropa, yang merupakan 57 persen total produk domestik bruto (PDB) dunia dan 66 persen dari perdagangan dunia.

Pertemuan tingkat menteri ASEM ke-13 yang mengambil tema memperkuat kerja sama untuk perdamaian dan keamanan akan membahas langkah-langkah ke depan para anggota ASEM terutama terkait dengan peningkatan kerja sama lebih konkret di bidang ekonomi, konektifitas, dan peningkatan kontak P2P (people to people).

"Selain itu, juga akan dibahas isu-isu aktual di kawasan terutama di bidang politik dan keamanan," kata Nasir di Jakarta, Jumat (17/11).

Hendra Halim, pejabat Direktorat Intra Kawasan Amerika dan Eropa Kementrian Luar Negeri mengatakan bahwa Indonesia akan mengangkat sejumlah isu dalam pertemuan tingkat menteri ASEM ke-13 seperti di bidang konektifitas, kerja sama maritim, kependidikan, dan kewirausahaan muda.

Selain itu, Indonesia berencana untuk mengundang ke tanah air sejumlah insan berpengaruh di media sosial dari Asia dan Eropa untuk mempromosikan berbagai macam potensi ekonomi, pariwisata, dan juga sosial budaya Indonesia.

Pertemuan tersebut akan menghasilkan suatu pernyataan bersama yang akan memuat langkah-langkah ke depan bagi ASEM di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

"Hasil pertemuan tersebut akan menjadi landasan bagi pertemuan tingkat tinggi tingkat kepala negara ASEM di Belgia pada 2018," katanya.

Pada 19 November, sebelum pelaksanaan pertemuan tingkat menteri ASEM tersebut, Menlu dijadwalkan untuk mengunjungi Rakhine State untuk meresmikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Kota Muaung Bwe dan Menlu Retno akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit.

Rumah sakit itu merupakan bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan Pemerintah Indonesia untuk Rakhine State tersebut. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan