Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ini Tiga Provinsi yang Belum Terjamah COVID-19

Zulfikar Sy - Senin, 30 Maret 2020

MerahPutih.com - Jubir Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, penyebaran virus corona telah menyebar di 31 provinsi.

Provinsi Bangka Belitung melaporkan satu kasus positif hari ini. Hanya tiga provinsi lain yang belum, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu, dan Gorontalo.

Baca Juga:

Penanggulangan COVID-19 Jangan Sampai Melanggar HAM

Sementara, kasus terbanyak masih berada di DKI Jakarta yang kini telah menjadi episentrum baru penyebaran COVID-19, yaitu 698 kasus. Ada penambahan kasus baru hari ini sebanyak 24 kasus.

Terbanyak kedua 180 kasus ada di Jawa Barat. Adapun penambahan kasus baru di Jawa Barat hari ini melampaui DKI Jakarta, yaitu 25 kasus.

Di posisi ketiga masih Provinsi Banten yaitu 128 kasus. Menyusul Jawa Timur 91 kasus, Jawa Tengah 81 kasus, Sulawesi Selatan 50 kasus, Bali 19 kasus, dan Yogyakarta 18 kasus. Angka ini bergerak dinamis di masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (30/3/2020) (ANTARA/HO-Gugus Tugas COVID-19)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (30/3/2020) (ANTARA/HO-Gugus Tugas COVID-19)

Secara keseluruhan dari 31 provinsi tersebut, dilaporkan ada penambahan kasus baru sebanyak 129 kasus, sehingga totalnya menjadi 1.414 positif.

Kemudian pasien yang sudah sembuh dan dibolehkan pulang bertambah 11 kasus, sehingga total menjadi 75 orang. Kasus kematian bertambah 8 orang, sehingga total yang meninggal 122 orang.

Baca Juga:

Pernah Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, Achmad Purnomo Jalani Isolasi Mandiri

Yurianto mengatakan, penularan di luar masih terjadi, kasus positif masih bertambah.

"Oleh karena itu saya mengingatkan kembali untuk jaga jarak," kata Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Senin (30/3).

Yurianto kembali mengingatkan msyarakat agar tetap jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, hindari menyentuh wajah sebelum cuci tangan.

"Masyarakat akan lebih aman bila tinggal di rumah. Jadilah pahlawan dengan tidak keluar rumah jika tidak dalam kondisi mendesak, lindungi diri sediri, orang lain, dan bangsa ini," tandas Yurianto. (Knu)

Baca Juga:

Jabar Keluarkan Maklumat untuk Tidak Mudik dan Piknik Lebaran

Baca Artikel Asli