Ini Sikap Dedi Mulyadi Terkait Golkar Usung Emil-Daniel

Selasa, 07 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bisa memahami keinginan DPP Partai Golkar yang mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Anggota DPR Daniel Muttaqien untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat pada tahun 2018.

"Selama ini orang banyak bertanya bagaimana sikap saya. Sikap saya adalah memahami keinginan DPP Partai Golkar," kata Dedi Mulyadi dalam jumpa pers di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Senin (6/11).

Ia mengaku sering ditanya media tentang sikap dirinya terhadap pengusungan Emil dan Daniel Muttaqien oleh DPP Partai Golkar.

Dedi yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu menuturkan rekomendasi yang diantarkan langsung oleh Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham kepada Ridwan Kamil menjadi bagian dari pendewasaan politik.

Karena itu, ia lebih memilih mengamalkan doktrin kekaryaan yang ia pelajari dari partai berlambang pohon beringin tersebut sebagai pelayan publik.

"Saya anggap ini pendewasaan politik. Karena itu, saya lebih memilih fokus dalam tugas saya sebagai pelayan publik di Purwakarta atau dimana pun selama masyarakat menghendaki," katanya.

Selama menjadi bagian partai tersebut, Dedi Mulyadi merupakan kader Golkar yang telah berhasil menjaga elektabilitas partai di Jawa Barat untuk terus melaju positif.

Sebelum menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat pada masa kepemimpinan Irianto MS Syafiudin alias Yance, ayahanda dari Daniel Muttaqien, pria yang digadang Golkar mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat.

Ia mengatakan, karena Golkar sudah menjadi rumah baginya, maka Dedi menampik tuduhan akan meninggalkan Golkar.

Dedi justru menyesalkan atas sikap DPP Partai Golkar yang tidak memerhatikan aspirasi kader yang berkembang selama ini terkait dengan berbagai isu termasuk Pilgub Jawa Barat.

"Siapa yang meninggalkan Partai Golkar? Yang ada itu, sikap elit DPP Golkar yang sudah meninggalkan aspirasi kader. Sebagai Ketua DPD, saya akan terus menjalankan doktrin kekaryaan yang digariskan Golkar," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan