Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ini Bantuan Kuota Internet Buat Siswa PAUD sampai Mahasiswa Sepanjang 2021

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Agustus 2021

MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2,3 triliun untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka perpanjangan bantuan kuota internet.

Hal itu dilakukan karena pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bantuan kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen untuk periode September, Oktober, dan November 2021.

"Pemerintah di dalam rangka pemulihan ekonomi memberikan bantuan salah satunya bantuan kuota," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/8).

Baca Juga:

Telusuri Dugaan Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Periksa 12 Warga

Anggaran Rp2,3 triliun tersebut meliputi tujuh gigabyte (GB) per bulan bagi masing-masing 1,52 juta siswa PAUD dengan anggaran Rp 88,35 miliar dan 10 GB per bulan bagi 20,52 juta siswa dikdasmen dengan anggaran Rp1,69 triliun.

Kemudian 12 GB per bulan bagi 1,56 juta guru PAUD dan guru dikdasmen dengan anggaran Rp 154,44 miliar serta 15 GB bagi 3,27 juta dosen dan mahasiswa dengan anggaran Rp 404,98 miliar.

Ia menjelaskan, basis data awal yang digunakan adalah jumlah yang berhasil diinjeksi pada Maret (BAST Maret) dan besarnya volume paket kuota data serta harga diasumsikan tidak berubah yaitu sebesar Rp 1.000 per GB.

"Kenapa tidak diberikan Agustus? Karena membutuhkan proses pembaharuan data. Setiap tahun ajaran baru akan ada perubahan apakah murid yang bersangkutan tadinya PAUD masuk ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA, atau SMA jadi mahasiswa," jelasnya.

Perpanjangan bantuan kuota internet juga akan dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang pada periode sebelumnya yaitu Mei sampai Juni 2021 memiliki anggaran Rp 478 miliar.

Anggaran tersebut meliputi pemberian tujuh GB bagi 713 ribu siswa PAUD senilai Rp 27,5 miliar, 10 GB bagi 5,45 juta siswa dikdasmen senilai Rp 300,3 miliar, 12 GB bagi 765 ribu guru senilai Rp 50,6 miliar serta 15 GB bagi 47 ribu dosen dan 1,16 juta mahasiswa senilai Rp 100,4 miliar.

Dari alokasi Rp 478 miliar ini terealisasi sebesar Rp 244,4 miliar sehingga masih terdapat sisa kurang lebih Rp 234,5 miliar dan sisa alokasi ini yang akan digunakan untuk melanjutkan bantuan kuota internet periode berikutnya yakni September sampai November 2021.

Ia menjelaskan, syarat penerima bantuan kuota internet meliputi siswa PAUD dan pendidik PAUD dan dikdasmen harus terdaftar di dapodik serta memiliki nomor ponsel yang aktif.

Siswa belajar online. (Foto: Antara)
Siswa belajar online. (Foto: Antara)

"Untuk mahasiswa dan dosen syaratnya adalah terdaftar di PDDikti sebagai mahasiswa atau dosen aktif, memiliki nomor ponsel aktif, memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan dan memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP)," ujarnya.

Realisasi dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga akhir Juli mencapai Rp 305,5 triliun atau 41 persen dari total pagu Rp 744,75 triliun. Dengan rincian realisasi klaster kesehatan Rp 65,55 triliun dan klaster perlindungan sosial sebesar Rp 91,84 triliun dari Rp186,64 triliun

Kemudian realisasi dukungan UMKM dan korporasi mencapai Rp 52,43 triliun dari pagu Rp 162,4 triliun, realisasi klaster prioritas mencapai Rp 47 triliun dari pagu Rp 117,94 triliun, dan realisasi insentif usaha mencapai Rp 43,35 dari pagu Rp 62,83 triliun. (Asp)

Baca Juga:

KPK Dorong Kemensos Terus Perbaiki Data Penerima Bansos

Baca Artikel Asli