Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono menampik tudingan sejumlah pihak yang mengklaim bahwa pasar sembako di Halte Tj (Sembako on Shelter) akan mematikan pedagang warung.
"Ada yang komplain, kalau dijual di halte nanti mematikan pedagang warung. Saya jamin, tidak. 'Kan yang dipasang Harga Eceran Tertinggi (HET), loh bukan harga murah, ya," katanya saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/5).
Ia menjelaskan, SOS bukan upaya menurunkan harga. Justru, ini untuk menjaga kestabilan harga.
"Silakan warung jual lebih murah, silahkan ada yang lebih murah, kami jual dengan HET, tidak lebih murah," ujarnya.
SOS, katanya, tidak akan mematikan warung karena warung menyediakan fasilitas khusus buat pelanggannya, seperti antarjemput atau boleh utang.
"Sementara, kalau dari halte Transjakarta ibu-ibu beli beras 5 kilogram (kg), minyak 1 liter udah 6 liter, nenteng-nenteng sampe rumah. kalau warung di rumah, 'kan diantar. Malah ada yang ngebon bayarnya sebulan sekali baru ditagih. Kalau ini harus pakai tapping. Jadi, kami tidak mematikan warung-warung," tandasnya.
Budi menambahkan, meski baru beroperasi selama tiga hari Ramadan, SOS sudah berada di 23 Halte TJ, dan kemungkinan akan terus bertambah.
Adapun sembako yang dijual di Halte Transjakarta adalah tepung, minyak, gula, dan beras. (Fdi)
Baca berita terkait kebutuhan pokok lainnya di: Mendag Jamin Stok Kebutuhan Pokok Sampai Lebaran Aman