Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ingat, Istirahatlah Setelah Mengemudi 4 Jam Buat Hindari Kecelakaan

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 April 2024

MerahPutih.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memprediksi puncak arus balik Lebaran Idulfitri 2024/1445 Hijriah terjadi pada Minggu 14 April dan Senin 15 April 2024.

"Bahwa puncak arus balik diprediksi mulai hari Minggu, 14 April 2024 sampai dengan Senin, 15 April 2024," kata Trunoyudo kepada wartawan, Sabtu (13/4).

Baca juga:

Pelabuhan Panjang Siapkan 3 Kapal Angkut Arus Balik Dari Sumatera ke Jawa

Trunoyudo mengimbau kepada masyarakat agar terus update informasi mengenai arus balik dari kepolisian. Masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik disarankan untuk istirahat setelah mengemudi empat jam.

"Apabila kelelahan diharapkan tidak memaksakan diri serta maksimalkan mengemudi selama 4 jam, kemudian dapat istirahat di rest area jalur tol atau keluar pada jalur arteri yang telah disediakan," tuturnya.

Selain itu, masyarakat diimbau agar melakukan perjalanan arus balik lebih awal. Dia juga menyarankan pemudik untuk memastikan kesehatan fit dan kendaraan dalam konfisi baik.

"Pilih dengan baik waktu arus balik lebih awal dan sesuai dengan kondisi dan pemberlakuan rekayasa lalu lintas, sehingga aman dan nyaman serta mudik ceria penuh makna," ungkapnya.

Selama arus balik, Trunoyudo menyatakan Polri siap melayani dan mengamankan pemudik hingga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dapat terwujud dengan baik.

"Polri siap melayani, mengamankan kepada seluruh pemudik sehingga kamseltibcarlantas dapat terwujud dengan baik," katanya.

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk meminta pengendara yang melalui GT Kalikangkung- GT Cikampek, untuk tidak euforia di jalur satu arah (one way) saat arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah karena hal itu dapat menyebabkan kecelakaan.

"Tetap mematuhi batas kecepatan yang dipersyaratkan dan dilarang berpindah jalur di lokasi yang tidak seharusnya selama melalui jalur 'one way'," kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani dalam keterangan tertulis di Semarang, Sabtu.

Ia juga meminta pengendara tidak menerobos pembatas untuk berpindah jalur dan juga dilarang untuk pindah lajur secara tiba-tiba.

Menurut dia, hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga pengendara lainnya.

"Kami juga meminta pengguna jalan agar tidak berhenti di bahu jalan saat berada di jalur 'one way' kecuali dalam kondisi darurat," katanya. (Asp)

Baca juga:

Polda Metro Bersiap Hadapi Puncak Arus Balik, Tol Dalam Kota Bakal Terapkan Contraflow

Baca Artikel Asli