Info Cuaca BMKG Terupdate 3 Januari: Mayoritas Kota di Pulau Jawa Diguyur Hujan, Surabaya dan Palu Waspada Kilat

Sabtu, 03 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Sabtu (3/1).

Berdasarkan pemaparan prakirawan BMKG, Alya Sausan, kondisi ini akan merata di beberapa pulau besar, mulai dari Sumatra hingga Papua.

Kondisi Cuaca di Pulau Jawa dan Sumatra

Untuk wilayah Pulau Jawa, cuaca berawan tebal diprediksi terjadi di Kota Serang. Sementara itu, wilayah Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta diperkirakan akan mengalami hujan ringan. Warga Bandung diminta bersiap menghadapi hujan intensitas sedang.

"Waspadai hujan yang dapat disertai dengan petir di wilayah Surabaya," ujar Alya Sausan dalam kanal Youtube resmi BMKG.

Di wilayah Sumatra, mayoritas kota besar seperti Medan, Palembang, hingga Bandar Lampung akan mengalami hujan ringan, kecuali Pangkal Pinang yang diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Situasi di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua

Beralih ke Pulau Kalimantan, hujan ringan diprediksi terjadi di Palangkaraya dan Samarinda, sementara Banjarmasin diperkirakan mengalami hujan sedang.

Untuk wilayah Sulawesi, hujan ringan mendominasi wilayah Makassar, Gorontalo, dan Manado, namun kewaspadaan ekstra diperlukan untuk wilayah Palu.

"Waspadai hujan petir yang dapat terjadi di Palu," tegasnya dalam laporan tersebut.

Untuk wilayah Indonesia Timur, Maluku dan Papua sebagian besar akan diguyur hujan ringan hingga sedang, termasuk wilayah Jayawijaya dan Merauke yang diprediksi mengalami intensitas sedang.

Peringatan Dini Dampak Hujan Lebat

Selain memantau intensitas ringan dan sedang, BMKG mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat yang berada di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

Kedua wilayah ini masuk dalam kategori siaga terhadap potensi dampak hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu risiko bencana hidrometeorologi.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan