Cuaca Ekstrem di Awal 2026, Kepala BMKG Ibaratkan Indonesia ‘Mesin Uap’ Pembentuk Awan Konvektif Tinggi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Cuaca Ekstrem di Awal 2026, Kepala BMKG Ibaratkan Indonesia ‘Mesin Uap’ Pembentuk Awan Konvektif Tinggi

Kepala BMKG saat Paparkan Kondisi Cuaca di Indonesia.(foto: dok BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SELURUH daerah diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan masih mendominasi pada awal 2026. Dinamika global dan regional menunjukkan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Sumatra. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani.

Teuku Faisal menjelaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi dinamika global yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia tercatat lebih rendah, sedangkan perairan Indonesia relatif lebih hangat.

Kondisi ini menjadikan wilayah Indonesia sebagai 'mesin uap' pembentuk awan konvektif tinggi. “Anomali suhu permukaan laut tersebut menyebabkan curah hujan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir cukup tinggi, dan pola ini masih berlanjut hingga awal tahun depan,” ujar Teuku dalam keteranganya di Jakarta dikutip Kamis (1/1).

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026. Wilayah dengan potensi hujan tinggi hingga sangat tinggi meliputi Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua bagian selatan, serta sebagian Sulawesi Selatan.

Baca juga:

Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem



Curah hujan di sejumlah wilayah bahkan berpotensi melampaui 500 milimeter per bulan. Namun demikian, Teuku Faisal mengingatkan adanya peralihan pola hujan di sebagian wilayah Sumatra.

Pada Februari 2026, pesisir timur Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga sebagian Jambi mulai memasuki periode relatif lebih kering. “Untuk wilayah Sumatra bagian tengah dan utara, selain banjir dan longsor, kita juga harus mulai mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan pada Februari,” tegasnya.

BMKG juga melaporkan perkembangan sistem siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Siklon Tropis IAU yang terbentuk dari unit siklon 96S terpantau memberikan dampak hujan sedang hingga lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, disertai angin kencang serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Selain itu, terdapat unit siklon lain, 98S, di utara Australia yang terus dipantau secara real time oleh pusat-pusat pemantauan internasional, termasuk Australia, Jepang, India, dan Indonesia. BMKG menegaskan, meskipun Indonesia bukan wilayah utama lintasan siklon tropis, dampak tidak langsung tetap perlu diantisipasi.

Dalam 55 tahun terakhir, hanya lima siklon yang tercatat berdampak langsung ke Indonesia, dan sebagian besar berkategori rendah. “Namun, dampak hujan, angin, dan gelombang tetap berisiko tinggi,” jelasnya.

Untuk periode sepekan mendatang, 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa bagian selatan, meski intensitasnya berangsur menurun memasuki Januari.

Teuku Faisal menegaskan penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat maupun pariwisata, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah serta masyarakat.

“Informasi cuaca harus menjadi dasar pengambilan keputusan di daerah, terutama dalam mitigasi bencana dan perlindungan kelompok rentan,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada



#Cuaca Ekstrem #Cuaca Ekstrem Indonesia #Siklon Tropis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter dan ancaman banjir rob di 10 provinsi mulai Sumatra, Jawa, hingga NTB. Cek daftar wilayahnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Cek peringatan dini BMKG hari ini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca di berbagai kota besar. Waspada ancaman cuaca ekstrem dan pelajari respons tsunami di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Indonesia
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Mau bepergian? Cek dulu prakiraan cuaca 16-17 September 2026 dari BMKG. Simak daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Indonesia
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Beberapa daerah bahkan perlu mewaspadai angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan perubahan cuaca.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Dunia
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Terjadi persis seperti yang telah diperkirakan para ilmuwan sejak puluhan tahun lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
Cuaca Indonesia Terbaru 30 Agustus - 2 September Bawa Kejutan, Siap-Siap Cuaca Ekstrem?
Cek info cuaca Indonesia terbaru dari BMKG untuk 30 Agustus - 2 September 2026. Waspada ancaman musim kemarau, potensi cuaca ekstrem, dan peringatan dini cuaca di wilayahmu. Baca selengkapnya sebelum beraktivitas
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Cuaca Indonesia Terbaru 30 Agustus - 2 September Bawa Kejutan, Siap-Siap Cuaca Ekstrem?
Dunia
Belanda Alami Panas Malam Sangat Parah, Pemanasan Global Bisa Naikkan Suhu Capai 4 Drajat Celcius
Di Maastricht, suhu bertahan di atas 22 derajat Celsius selama tiga malam berturut-turut untuk pertama kalinya dalam catatan pengukuran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Belanda Alami Panas Malam Sangat Parah, Pemanasan Global Bisa Naikkan Suhu Capai 4 Drajat Celcius
Bagikan