Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru

Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026

MERAHPUTIH.COM - DALAM 20 tahun terakhir, penanganan kanker paru-paru mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya terapi lebih banyak bertumpu pada kemoterapi, kini pendekatannya berkembang menjadi semakin personal. Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya sehingga dokter dapat merancang pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu.

Terobosan seperti imunoterapi dan terapi radiasi proton turut membawa dampak signifikan terhadap hasil pengobatan. Imunoterapi bekerja dengan mendorong sistem imun agar mampu mengenali serta menghancurkan sel kanker. Sementara itu, terapi proton memancarkan radiasi dengan tingkat ketepatan tinggi langsung ke area tumor sehingga risiko kerusakan jaringan sehat di sekitarnya dapat ditekan. Berkat inovasi ini, peluang hidup pasien meningkat sekaligus efek samping dapat diminimalkan. Kondisi tersebut memungkinkan banyak pasien, khususnya mereka yang masih berada di usia produktif, tetap menjalani rutinitas harian selama proses terapi berlangsung.

"Pengobatan yang terpersonalisasi memungkinkan kami memilih terapi yang lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi, khususnya bagi pasien di usia produktif yang harus menyeimbangkan pengobatan dengan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan," ucap Senior Consultant of Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre (PCC), Dr Tanujaa Rajasekaran.

Menjelang dua dekade kiprahnya, PCC tidak hanya menyoroti kemajuan dalam presisi terapi, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap pendekatan perawatan yang menyeluruh dan berfokus pada pasien. Setelah diagnosis kanker ditegakkan, pasien dan keluarga sering kali harus menghadapi beban emosional, tekanan psikologis, hingga persoalan praktis yang tidak ringan.

Baca juga:

Pasien Kanker Darah Tak Perlu ke Singapura, Kini Cangkok Sumsum Tulang Bisa di RS Kariadi Semarang


Melalui program dukungan kanker nirlaba, CanHOPE, PCC menghadirkan layanan konseling, pendampingan emosional, serta berbagai sumber daya bagi caregiver di sejumlah kota di Indonesia. "Selama bertahun-tahun, kami melihat bahwa ketahanan emosional dan dukungan pendamping pasien sama pentingnya dengan perawatan klinis. Komitmen kami yakni memastikan tidak ada pasien yang menghadapi kanker seorang diri," katanya.

Di tengah peningkatan kasus kanker paru pada kelompok usia produktif, PCC mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap faktor risiko yang terus berkembang serta tidak menunda konsultasi medis sejak dini.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia yang merasa dirinya tidak termasuk kelompok berisiko, keputusan untuk bertindak cepat dan tepat dapat menjadi langkah paling krusial demi menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus masa depan keluarga.(Far)

Baca juga:

Terapkan deh, 5 Lifestyle Masa Kini yang Bisa Cegah Kanker

Baca Artikel Asli