Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Meroket Tajam ke 5.030, Sentimen Positif Domestik dan Global Jadi Penopang Utama

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 18 menit lalu

Merahputih.com - Laju IHSG hari ini sukses mencetak rapor hijau dengan ditutup menguat tajam ke level 5.030,26 pada perdagangan Kamis (5/11) sore. Lonjakan bursa saham Indonesia ini didorong oleh kombinasi solid dari kuatnya sentimen domestik dan angin segar dari pasar global.

Kenaikan sebesar 2,25 persen (110,49 poin) ini membuktikan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi kita ke depan.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ngegas di Menit Akhir! Efek Pemilu AS Bikin Pasar Saham Bergairah

Penguatan indeks komposit ini juga sejalan dengan melesatnya kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 yang merangkak naik 2,47 persen ke posisi 513,64. Faktor pendorong sentimen positif IHSG ini tidak hanya bersumber dari ketahanan ekonomi dalam negeri, tetapi juga dinamika politik di Amerika Serikat yang membuat pelaku pasar bisa bernapas lebih lega.

Stabilitas sentimen yang terus terjaga ini sukses memancing kembali antusiasme investor untuk memborong saham hingga bel perdagangan berakhir.

Sentimen eksternal dan internal menopang penguatan IHSG.

— Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas


Taji Ekonomi Domestik: Langkah Tegas OJK & Rilis Data BPS

Dari dalam negeri, gairah pasar modal langsung membaik setelah regulator mengumumkan sanksi tegas terkait dugaan pelanggaran pasar saham. Langkah bersih-bersih ini merupakan bagian dari reformasi krusial setelah adanya peringatan dari MSCI mengenai potensi penurunan peringkat pasar Indonesia.

Di sisi fundamental makro, Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat ke angka 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026, mengalahkan pencapaian kuartal sebelumnya yang berada di level 5,29 persen.

Nico Demus menilai, pencapaian solid ini menjadi tameng kuat untuk meredam risiko capital outflow (penarikan modal asing). Selain itu, ekspansi ekonomi yang positif ini memberikan ruang fiskal yang sangat lega bagi pemerintah untuk mengeksekusi berbagai program belanja strategis, sembari tetap menekan defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen dari PDB.

Bursa
Bursa Efek Indonesia (BEI). (MP/Didik Setiawan)


Sentimen Global: Pemilu Paruh Waktu AS & Harga Minyak

Beralih ke kancah global, bursa kawasan Asia kompak menghijau pasca-kemenangan Partai Demokrat atas Partai Republik dalam pemilu paruh waktu (midterm) Amerika Serikat. Pergeseran peta politik ini dinilai membawa harapan baru bagi stabilitas geopolitik.

Kemenangan kubu Demokrat memperkuat spekulasi bahwa konflik antara AS dan Iran bisa segera diredam, yang otomatis memicu penurunan tajam pada harga minyak dunia. Kongres yang kini dikuasai Demokrat diproyeksikan akan lebih ketat membatasi pendanaan militer di Timur Tengah.

Turunnya tensi geopolitik ini diamini pula oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengakui bahwa kelelahan publik atas konflik bersenjata dan isu harga bahan bakar menjadi faktor kekalahan partainya.

Dengan harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi, mengurangi kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,

tambah Nico.

Rapor Perdagangan: Semua Sektor Menghijau

Secara teknikal, pergerakan IHSG tampil sangat prima. Sejak dibuka menguat di awal sesi, indeks betah nongkrong di teritori positif tanpa sekalipun tergelincir ke zona merah hingga sesi kedua berakhir.

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh (11) sektor saham kompak mencatatkan penguatan. Lonjakan tertinggi dipimpin oleh sektor barang baku yang terbang 3,60 persen, disusul oleh sektor industri (2,50 persen) dan barang konsumen primer (2,32 persen).

Baca juga:

Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas

Berikut adalah ringkasan pergerakan saham pada perdagangan kali ini:

  • Top Gainers (Menguat Tajam): BAJA, BELL, MKNT, UVCR, dan MSKY.

  • Top Losers (Melemah Terbesar): NAYZ, LOPI, LUCY, RELF, dan BSWD.

  • Statistik Perdagangan: Tercatat 9,97 juta kali transaksi dengan volume 22,45 miliar lembar saham senilai Rp22,45 triliun. Sebanyak 505 saham naik, 219 turun, dan 239 stagnan.

Kondisi bursa saham regional Asia pada sore hari ini juga menunjukkan pergerakan yang cukup bervariasi:

  • Hang Seng: Menguat 3,67% (24.796,98)

  • Strait Times: Menguat 0,63% (5.301,83)

  • Shanghai: Menguat 0,10% (3.689,91)

  • Nikkei: Melemah 1,66% (61.158,00)

  • Kospi: Melemah 5,28% (5.383,80)

Baca Artikel Asli