Merahputih.com - Pergerakan IHSG hari ini terpaksa ditutup di zona merah akibat aksi jual masif yang menyeret indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tajam.
Pelemahan ini membuat para investor mulai was-was soal prospek pasar, terutama menjelang rilis data ekonomi krusial yang akan sangat menentukan arah prediksi IHSG pekan depan.
Pada penutupan perdagangan Jumat, Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG melorot 41,01 poin atau sekitar 0,80 persen hingga merosot ke posisi 5.057,05.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Merah Merona! Sentimen Suku Bunga Global dan Timteng Bikin Pasar Galau
Senasib dengan indeks utama, deretan saham anjlok juga membayangi kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 yang ikut terkoreksi tipis 0,05 persen ke level 515,01.
Kondisi bursa yang lumayan fluktuatif menjelang akhir pekan ini memaksa para trader putar otak meracik strategi rekomendasi saham terbaik mereka.
Meski sempat babak belur di sesi awal, ada sedikit napas lega jelang penutupan.
Indeks (IHSG) sempat melemah hingga level 4.979, sebelum akhirnya berbalik ditutup di atas level psikologis 5.000,
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.

Sentimen Global: Suku Bunga BOJ dan Efek Pemilu AS
Dari kancah global, pasar tampak kalem merespons langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya di angka 1,25 persen.
Keputusan yang rilis Jumat ini sudah sejalan dengan ekspektasi pasar, apalagi setelah BOJ sempat ngegas menaikkan suku bunga dua kali berturut-turut pada Juni dan September lalu, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps).
Sementara itu, pandangan para pemodal global kini mulai bergeser ke Amerika Serikat. Pekan depan, semua mata akan tertuju pada hajatan politik midterm election (pemilu paruh waktu) AS pada 3 November yang diproyeksi bakal memicu sentimen pergerakan dana asing.
Fokus Pasar Domestik dan Proyeksi Teknis IHSG
Dari dalam negeri, kalender ekonomi pekan depan dipastikan sangat padat merayap. Pasar bersiap menelaah sederet indikator ekonomi penting yang bisa mengguncang bursa, di antaranya:
-
Indeks Manufaktur PMI
-
Angka Inflasi dan Neraca Perdagangan
-
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2026
-
Posisi Cadangan Devisa dan Indeks Harga Rumah
Secara teknikal, tim analis Phintraco memprediksi IHSG bakal kembali diuji ketahanannya pada level 4.900 hingga 5.000.
Apabila indeks berhasil lolos dan nangkring di atas 5.000, pergerakannya punya peluang besar untuk jalan di tempat (sideways) pada rentang 5.000-5.200 sepanjang minggu depan.
Sektor Transportasi Runtuh, Kesehatan Jadi Penyelamat
Bila dibedah dari indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor kompak terjun ke zona merah, menyisakan hanya dua sektor yang masih kuat menghijau.
Sektor kesehatan tampil sebagai pahlawan dengan penguatan 0,76 persen, dibuntuti sektor keuangan yang naik tipis 0,15 persen.
Baca juga:
Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas
Sebaliknya, sektor transportasi jadi yang paling menderita dengan pelemahan tajam 3,13 persen. Posisi ini disusul oleh rontoknya sektor barang baku sebesar 2,84 persen dan infrastruktur yang ikut terperosok 1,96 persen.
Secara keseluruhan, denyut nadi perdagangan saham hari ini mencatat 1,17 juta kali transaksi. Total saham yang berpindah tangan menembus angka 36,48 miliar lembar dengan nilai putaran uang mencapai Rp11,42 triliun.
Dari seluruh daftar emiten, sebanyak 552 saham tumbang, 194 saham sukses menguat, dan 217 sisanya stagnan tanpa perubahan harga.