MerahPutih.com - Duo peraih penghargaan sekaligus pemegang sertifikasi multi-platinum, Icona Pop, kembali dengan album terbaru bertajuk Ritual.
Dirilis melalui Ultra Records/Iconic Sound Recordings, album ini kini telah tersedia di berbagai platform musik.
Bersamaan dengan perilisan Ritual, Caroline Hjelt dan Aino Jawo turut memperkenalkan single utama Hurt, sebuah lagu yang menjadi salah satu karya paling personal mereka.
Lagu tersebut hadir bersama visualizer resmi yang disutradarai langsung oleh Icona Pop bersama Nicole Walker.
Electro-Pop dengan Sisi Emosional yang Lebih Terbuka
Ritual menjadi wadah bagi Icona Pop untuk memperlihatkan sisi emosional mereka dengan lebih terbuka, sekaligus mengeksplorasi kreativitas secara lebih leluasa.
Diramu sebagai album electro-pop yang lahir dari suasana malam, karya ini mempertemukan dentuman yang lekat dengan lantai dansa, synth yang enerjik, melodi pop bernuansa manis-pahit, serta lirik yang intim dan penuh kerentanan.
Baca juga:
'Ritual' dari Icona Pop dan Daya, Energi Pelepasan dan Proses Penyembuhan Diri di Lantai Dansa
Melalui rangkaian lagu di dalamnya, Caroline dan Aino menyelami berbagai fase kehidupan.
Mulai dari persahabatan, proses mengenali diri, penyembuhan, motherhood, patah hati, hingga kebahagiaan menjadi bagian dari cerita yang mereka bawa dalam album tersebut.
Bagi keduanya, lantai dansa bukan sekadar tempat untuk berpesta. Ruang tersebut juga menjadi tempat untuk melepaskan beban, menemukan koneksi, dan mengalami perubahan.
Merangkul Berbagai Peran dalam Kehidupan
Lebih dari sekadar album pop elektronik, Ritual menjadi refleksi perjalanan Icona Pop dalam menerima diri mereka pada fase kehidupan saat ini.
Caroline dan Aino merangkul berbagai peran yang kini mereka jalani, baik sebagai ibu, pasangan kreatif, pengusaha, pemimpin, saudara perempuan, maupun sebagai perempuan.
Perubahan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi perayaan atas identitas feminin, sekaligus membuka ruang bagi emosi, katarsis, dan transformasi.
Baca juga:
Persahabatan yang selama ini menjadi fondasi perjalanan Icona Pop juga menjadi salah satu benang merah dalam Ritual.
Keduanya melihat hubungan tersebut sebagai ruang untuk saling bertumbuh dan memberikan dukungan, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit.
Selalu saja kami berdua melawan dunia. Tapi kini, rasanya kami telah membangun dunia kami sendiri. Kami saling mendukung pertumbuhan satu sama lain; dan kami ingin satu sama lain bahagia. Sungguh indah memiliki seseorang yang menemani di masa-masa tersulit, sekaligus di masa-masa terindah. Kami tidak menganggapnya sebagai hal yang biasa,
Icona Pop.
Lahir di Tengah Perubahan Besar
Proses kreatif Ritual berlangsung di tengah periode penuh perubahan dalam kehidupan kedua personelnya.
Caroline dan Aino sama-sama menjalani peran baru sebagai ibu hanya dalam jarak beberapa hari, sekaligus memutuskan kembali ke Swedia setelah bertahun-tahun menetap di Los Angeles.
Di tengah berbagai perubahan tersebut, keduanya juga berhadapan dengan patah hati, kecemasan, serta gejolak emosional lainnya.
Alih-alih mengesampingkan perasaan tersebut, Caroline dan Aino justru menjadikannya bagian dari proses kreatif.
Mereka menciptakan ruang yang memungkinkan keduanya merasakan, mengolah, dan menerjemahkan seluruh pengalaman tersebut ke dalam musik. (Far)