MerahPutih.com - Akun X @IhsanAlfatih3 mengunggah video presentasi seorang peneliti yang berbicara mengenai efek samping vaksin mRNA COVID-19.
Akun @IhsanAlfatih3 juga menambahkan keterangan mengenai latar belakang peneliti yang bernama Prof. Dolores Cahill.
Pengguna Twitter tersebut juga menuliskan klaim bahwa orang yang menggunakan vaksin COVID-19 akan meninggal dalam kurun waktu 5-10 tahun.
Baca juga:
Kemenkes Jelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Disebut Timbulkan Thrombocytopenia Syndrome
NARASI
“Prof. Dolores Cahill, University college Dublin-gelar profesr dlm genetika molekuler dr Trinity College Dublin&gelar PhD bidng Imunologi dr Dublin City University. Dia memprediksi, org yg menggunakan vaksin covid-19 akan mati dlm 5 hnga 10 thn. *Aliansi kebebasan dunia@Kopenhagen*”.
Baca juga:
Indonesia Miliki Sisa Vaksin COVID-19 Sekitar 5,22 Juta Dosis
FAKTA
Berdasarkan hasil penelusuran Turn Back Hoaks (Mafindo), informasi tersebut menyesatkan.
Klaim dari Dr. Dolores Cahill tersebut sudah pernah diklaim “tidak terbukti” oleh factcheck.org pada salah satu artikelnya yang berjudul “Video: Irish Professor Makes Unfounded Claims about Long-Term Effects of mRNA Vaccines”.
Video dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa meskipun tidak ada vaksin atau perawatan medis yang 100 persen aman, vaksin mRNA telah lolos uji klinis dan telah dinyatakan aman.
Baca juga:
KESIMPULAN
Konten yang menyesatkan. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut, serta pernyataan dari Dr. Dolores Cahill tersebut telah dinyatakan salah beberapa tahun lalu. (knu)