Merahputih.com - Hantavirus kini tengah menjadi sorotan usai sejumlah orang di berbagai dunia terinfeksi.
Sejumlah spekulasi tentang asal usul virus inipun menyebar di media sosial. Sala satunya yang menyebut Hantavirus adalah rekayasa, seperti informasi ini diunggah akun Facebook “pureblood.id”.
NARASI:
“Taukah kamu bahwa 'Hanta' dalam bahasa Israel itu artinya kebohongan? Jadi Hantavirus berarti virus boongan.”
Baca juga:
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
FAKTA:
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri arti kata 'kebohongan' melalui Google Translate dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Ibrani. Hasilnya, kata 'kebohongan' dalam bahasa Ibrani adalah 'sheker', bukan 'hanta'.
TurnBackHoax kemudian menelusuri klaim terkait asal-usul Hantavirus dengan memasukkan kata kunci 'asal-usul Hantavirus' ke mesin pencari Google.
Penelitian mengenai Hantavirus telah dilakukan sejak 1950-an. Penemuan awal virus ini bermula dari penelitian ilmiah setelah Perang Korea (1951–1953).
Baca juga:
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Secara global, Hantavirus mulai dikenal setelah munculnya wabah pada masa Perang Korea dan kemudian diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan.
Di Indonesia, kasus infeksi Hantavirus juga pernah ditemukan di beberapa daerah, meski tidak sebanyak penyakit menular lainnya.
KESIMPULAN:
Faktanya, Hantavirus sudah ada sejak 1950-an dan dinamai dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Jadi, unggahan dengan narasi 'Hantavirus itu virus bohongan dari Israel' merupakan konten yang menyesatkan. (Knu)