MerahPutih.Com - Peringatan Hari Lahir Pancasila di Yogyakarta disambut letusan Gunung Merapi. Sekitar pukul 08.20 WIB gemuruh dan kepulan asap putih keluar dari Merapi. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu seakan memberikan sambutan pada masyarakat yang hendak mengikuti Apel Kebangsaan.
Letusan Merapi tersebut diumumkan BPPTKG melalui akun media sosialnya. BPPTKG menginformasikan melalui twitternya, erupsi terjadi sekitar pukul 08.20 Wib. Durasi letusan terjadi selama 2 menit.
"Tinggi kolom letusan 6000 meter ke arah barat laut. Sementara amplitudo maksimum 77 mm. Teramati dari PGM Jrakah," tulis twitter BPPTKG, Jumat (1/6).
Belum diketahui jenis letusan kali ini. BPPTKG menegaskan status Merapi hingga kini masih dilevel II alias waspada. Petugas BPPTKG meminta masyarakat segera mengosongkan wilayah radius km 3 dari Merapi.
Sementara itu Kepala BMKG DIY Nyoman Sukanta mengatakan arah angin pagi ini menuju barat daya.
"Pergerakan debu vulkanik menuju ke arah barat daya,"katanya.
Ia menghimbau masyarakat di lokasi arah barat daya dari puncak Merapi waspada pada potensi hujan abu.
Warga juga diimbau tetap tenang dan mengenakan masker untuk mengantisipasi ancaman abu Merapi.
Getaran Merapi turut dirasakan hingga radius diatas 30 km. Heru Prasetio, salah seorang warga Ngaglik, Sleman yang tinggal di radius 25 km turut merasakan gempa dirumahnya.
"Saya baru bangun tidur. Tiba-tiba terdengar gemuruh seperti geledek diluar. Rumah bergetar. Tetangga pada keluar semua," katanya.
Getaran letusan ini juga dirasakan sampai ke Kabupaten Bantul. Hingga kini hujan abu mulai menutupi kawasan Kaliurang dan Pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Merapi Kembali Meletus Freatik, Warga Sibuk ke Ladang Cari Rumput Untuk Ternak