Harga gas elpiji tiga kilogram pada Lebaran 2017 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Bahkan dari harga awal Rp24.000, setelah mengalami kenaikan menjadi Rp35.000.
"Biasanya saya membeli gas elpiji tiga kilogram Rp24 ribu per tabung ke pedagang eceran. Namun, hari ini harganya melambung menjadi Rp35 ribu," kata salah seorang ibu rumah tangga, Mawarnis (51) di Painan, Sumatera Barat, Kamis (29/6).
Ia menambahkan, selain harga elpiji yang melambung, keberadaannya juga sulit diperoleh sehingga ia harus mendatangi satu per satu pedagang eceran untuk mendapatkannya.
Menurut Mawarnis, biasanya untuk mendapatkan elpiji, dirinya hanya perlu mendatangi pedagang eceran yang tidak jauh dari rumahnya. Namun, saat ini harus menempuh jarak hampir sembilan kilometer untuk mendapatkannya.
Selain di Kecamatan Lengayang, harga gas elpiji di Kecamatan Sutera juga melambung dan sulit diperoleh.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pesisir Selatan, Rosdi menjelaskan bahwa mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji tiga kilogram, tiga hari sebelum Lebaran pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pangkalan di daerah itu.
"Saat itu harga yang diberlakukan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)," kata dia.
Ia mensinyalir melejitnya harga gas elpiji karena permintaannya yang meningkat. Selain itu juga disebabkan karena panjangnya rantai pendistribusian dari pangkalan ke pedagang eceran.
"Kami memastikan di pangkalan tidak terjadi kenaikan harga, karena kami terus memantau dan jika diketahui ada pangkalan yang 'bermain' akan ditindak tegas," tandasnya.
Ia menyebutkan khusus di Kecamatan Sutera HET elpiji tiga kilogram hanya Rp15.900 dan di Kecamatan Lengayang HET elpiji tiga kilogram Rp16.100.
Sumber: ANTARA