Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Halloween Tahun ini, Kostum Penyihir Kalah Seram dari Unicorn Oranye

Dwi Astarini - 1 jam, 42 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — TAMPILAN penyihir, vampir, dan pahlawan super mungkin tidak akan pernah ketinggalan zaman. Namun, kostum Halloween di Amerika Serikat kini tak melulu tentang penampilan seram. Karakter film horor hingga mainan pereda stres yang kenyal kini telah mengambil alih kostum Halloween. Tren internet, tak bisa dimungkiri, makin memengaruhi pilihan kostum Halloween.

Google merilis daftar Frightgeist 2026. Daftar ini merangkum pencarian kostum Halloween yang sedang tren. Puncak daftar ditempati Buddy the Unicorn, karakter yang tampak ceria, tetapi menyeramkan dari film horor Buddy.

Di posisi kedua ada NeeDoh, lini mainan pereda stres warna-warni nan kenyal yang sangat populer di media sosial. Sementara itu, Nikki, karakter dari film horor Obsession, berada di peringkat ketiga.

Pilihan populer lainnya mencakup Agamemnon dari The Odyssey, Lily Love Braids dari gim video Poppy Playtime, serta Verity dari Minecraft.

Baca juga:

Ada Kisah Iblis di Balik Labu Halloween, Begini Asal-usul Jack-o'-Lantern


Daftar ini mencerminkan lonjakan terbesar dalam pencarian daring, bukan kostum yang paling banyak digunakan secara keseluruhan. Di saat yang sama, daftar ini menyoroti seberapa cepat film, gim, dan produk viral dapat memengaruhi tren kostum Halloween.

Meski demikian, seperti diungkap National Retail Federation (NRF), kostum favorit tradisional tetap populer, terutama di kalangan anak-anak. Penyihir, pahlawan super, dan putri raja terus menjadi pilihan utama dalam rencana kostum mereka.


Baca juga:

Halloween 2026, Ratu Horor Indonesia Suzzanna Hadir di PUBG Mobile


Perayaan yang kian Mahal




Tahun ini, Halloween diperkiraan menjadi perayaan yang menguras isi dompet. Warga AS diperkirakan akan menghabiskan sebesar USD 13,5 miliar untuk Halloween tahun ini, termasuk USD 4,4 miliar khusus untuk kostum. Data itu diungkap dalam survei tahunan NRF.

Sekitar 74 persen warga AS berencana merayakan Halloween, dengan separuhnya berniat mengenakan kostum. Survei tersebut juga menemukan bahwa 47 persen konsumen memanfaatkan alat kecerdasan buatan (AI) untuk membantu belanja Halloween mereka, termasuk mencari ide dan meriset produk.

Meski kostum klasik tetap digemari, pencarian yang sedang tren tahun ini menunjukkan inspirasi Halloween kini datang dari area budaya populer yang tidak terduga, termasuk mainan sehari-hari.(dwi)

Baca juga:

Korea Selatan Kecam Game Call of Duty karena Gunakan Rekaman Asli Tragedi Halloween Itaewon

Baca Artikel Asli