Haji Indonesia Pakai Skema Murur & Tanazul di Mina, Lebih Ramah Lansia
Kamis, 22 Januari 2026 -
MerahPutih.com - MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah akan menerapkan skema murur (melintas Muzdalifah tanpa turun) dan tanazul (pengembalian jamaah ke hotel atau tenda lebih awal) dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
“Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini,” kata Laksma TNI Harun Arrasyid, usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/1) malam.
Baca juga:
DPR Tegaskan Dana Haji Harus Steril Korupsi dan Dikelola Profesional
Detail Teknis Skema Masih Digodok
Saat ini skema pastinya masih dalam penggodokan. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi kepadatan jamaah di Muzdalifah dan mengontrol aliran jamaah menuju Mina.
“Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, ini nanti kalau sudah lengkap proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan,” imbuh Harun dilansir Antara
Harun menegaskan skema murur dianggap solusi paling efektif dan aman bagi jemaah Indonesia dalam musim haji tahun ini.
Baca juga:
Tahun Ini Bandara YIA Jadi Embarkasi Keberangkatan Jemaah Haji
Ramah Lansia
Dalam skema murur, jamaah lansia, risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas akan tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah.
Nantinya, lanjut dia, mereka berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit, lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Mina. Namun, dia menyebutkan jumlah jamaah yang akan mengikuti skema tersebut masih dalam tahap pendataan.
“Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina,” tandasnya. (*)