Gunung Agung Kembali Erupsi, BNPB: Bali Tetap Aman

Minggu, 24 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gunung Agung kembali erupsi pada Minggu (24/12) pukul 10.05 WITA. Erupsi disertai dengan asap kelabu tebal dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 2.500 meter di atas puncak kawah mengarah ke Timur Laut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan abu disertai pasir tipis terjadi di sekitar lereng Gunung Agung, seperti di Tulamben, Kubu.

"Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. PVMBG sampai saat ini masih menetapkan Gunung Agung status Awas (level 4)," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Merahputih.com di Jakarta, Minggu (24/12).

Ia juga menjelaskan, status Awas tersebut berlaku sejak Senin (27/11) lalu hingga saat ini. Namun, kata Sutopo, status Awas tersebut hanya berlaku pada radius 8-10 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

"Di luar area itu, aktivitas dapat berjalan normal dan Bali masih tetap aman," kata Sutopo.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga memastikan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia akan tetap dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018 karena tidak termasuk radius bahaya erupsi Gunung Agung.

"Kami tidak terpikirkan untuk memindahkan (pertemuan IMF dan Bank Dunia dari Bali)," kata Luhut dalam keterangan pers di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (22/12).

Menurut Luhut, sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) radius bahaya hanya berjarak 8-10 kilometer dari kawah Gunung Agung. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan