Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin

Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026

MerahPutih.com - Selama satu dekade, ratusan anak perempuan dan perempuan muda di Indonesia mendapat kesempatan memasuki ruang kepemimpinan yang selama ini lebih banyak ditempati orang dewasa.

Melalui Girls Takeover, inisiatif Plan Indonesia, mereka berkesempatan mengambil alih peran pemimpin dari berbagai sektor, termasuk pemerintahan, untuk menyampaikan perspektif, gagasan, dan aspirasi mengenai isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka.

Sejak pertama kali digelar di Indonesia pada 2016, Girls Takeover telah membuka kesempatan bagi anak perempuan untuk mengambil alih setidaknya tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis di berbagai lembaga, termasuk MRT Jakarta dan sejumlah kedutaan besar.

Pengalaman ratusan anak perempuan yang pernah menduduki posisi tersebut, meski hanya selama satu hari, menjadi bagian penting dari perjalanan satu dekade Girls Takeover. Perjalanan ini dirayakan bertepatan dengan Hari Anak Perempuan Sedunia yang diperingati setiap 11 Oktober.

Baca juga:

Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'

Membuka Ruang Kepemimpinan bagi Anak Perempuan

Girls Takeover berangkat dari gagasan bahwa anak perempuan memiliki hak untuk hadir dan didengar dalam ruang pengambilan keputusan. Hal ini menjadi penting karena mereka masih menghadapi berbagai hambatan dalam menentukan masa depan.

Anak perempuan dari keluarga dengan tingkat pengeluaran terendah, misalnya, hampir tiga kali lebih berisiko menikah sebelum berusia 18 tahun dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat pengeluaran tertinggi.

Sementara itu, anak perempuan di perdesaan memiliki risiko mengalami perkawinan anak dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan (Susenas, BPS 2018).

Baca juga:

Sinopsis Film 'Memburu Pemangsa', 4 Perempuan Nekat Akhiri Teror Pedofil Pemuja Iblis

Tantangan tersebut semakin kompleks ketika terjadi krisis. Laporan global Plan International terbaru pada 2026 menyebutkan bahwa 90 persen anak perempuan dan perempuan muda yang disurvei menilai peristiwa iklim memberikan tekanan serius terhadap keberlangsungan hidup, kesehatan, dan stabilitas rumah tangga mereka.

Sementara di komunitas yang terdampak kekeringan, sebanyak 60 persen responden melihat peningkatan jumlah anak perempuan yang menikah sebelum berusia 18 tahun.

Bagi Plan Indonesia, upaya membuka ruang kepemimpinan bagi anak perempuan harus berjalan beriringan dengan langkah memastikan mereka tetap bersekolah, terlindungi dari kekerasan dan perkawinan anak, serta memperoleh akses terhadap kesempatan dan layanan yang dibutuhkan untuk berkembang.

Girls Takeover lebih dari sekadar anak perempuan menggantikan seorang pemimpin selama satu hari. Yang jauh lebih penting adalah apa yang terjadi ketika mereka berada di dalam ruangan tersebut, ketika suara mereka didengar, perspektif mereka dipertimbangkan, dan mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya. Tantangannya sekarang adalah memastikan kesempatan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus memimpin dan mendorong perubahan,

ujar Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi media perayaan 10 tahun Girls Takeover di Perpustakaan Heka Leka, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang dikelola PT Integrasi Transit Jakarta sebagai anak perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Minggu (11/10).

MRT Jakarta Belajar dari Perspektif Anak Perempuan

Pengalaman menjalankan Girls Takeover juga menjadi pembelajaran bagi institusi yang terlibat. Bagi MRT Jakarta, program ini membuka kesempatan untuk mendengarkan perspektif generasi muda, khususnya perempuan.

Bagi MRT Jakarta, Girls Takeover menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perspektif kaum muda termasuk perempuan, dapat memperkaya cara kami memahami kebutuhan dan pengalaman masyarakat. Kami belajar bahwa memberikan ruang kepada anak perempuan adalah tentang kesiapan institusi untuk mendengar dan belajar dari mereka. Kami berharap ruang-ruang seperti ini dapat terus dibuka secara bermakna,

ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina

Bagi sebagian peserta, pengalaman mengikuti Girls Takeover tidak berakhir setelah satu hari menjalankan peran kepemimpinan.

Sementara itu, Mala, peserta Girls Takeover yang mengambil alih posisi Menteri BUMN pada 2021, menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan kepemimpinannya.

"Ketika saya mengikuti Girls Takeover, saya belajar bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian untuk menyampaikan apa yang kita lihat dan apa yang ingin kita ubah. Pengalaman tersebut membuat saya semakin percaya bahwa anak perempuan perlu diberi kesempatan untuk terlibat dan menjadi bagian dari prosesnya," ujar Mala, alumni Girls Takeover Menteri BUMN 2021.

Baca juga:

Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan

Pameran Foto 10 Tahun Girls Takeover Dibuka Gratis

Perayaan satu dekade Girls Takeover juga menghadirkan pameran foto bertajuk 10 Years of Girls Takeover. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi dengan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang dikelola PT Integrasi Transit Jakarta sebagai anak perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Pameran tersebut mendokumentasikan perjalanan inisiatif Girls Takeover sejak 2016. Masyarakat dapat mengunjunginya secara gratis pada 11 Oktober 2026 di koridor depan Perpustakaan Heka Leka. (*)

Baca Artikel Asli