MerahPutih.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait pertemuan internal bersama adiknya Kaesang Pangarep dan Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong di Balai Kota Solo, Selasa (9/3).
Gibran mengaku pertemuan tersebut membicarakan terkait klub Liga 2 Persis Solo yang sedang dalam proses penjualan saham ke publik.
"Ya benar, ada pertemuan antara saya, Kaesang dan Maryadi (Presiden Pasoepati). Kita bicarakan masalah Persis Solo," ujar Gibran pada Merahputih.com, Rabu (10/3).
Baca Juga:
Imbas Solo KLB Corona, Laga Perdana Persis Solo vs PSCS Cilacap di Stadion Manahan Batal
Gibran menegaskan, pihaknya akan mengumumkan pemilik baru atau owner Persis Solo ke publik pada tanggal 20 Maret. Pengumuman owner Persis Solo dilakukan pada H-1 pembukaan Piala Menpora di Stadion Manahan Solo pada tanggal 21 Maret mendatang.
"Nanti tanggal 20 Maret saya umumkan owner Persis Solo baru. Pengumuman dilakukan sebelum pembukaan Piala Menpora 2021," ucap dia.
Suami Selvi Ananda ini menegaskan, pihaknya berkomitmen mendampingi Persis Solo. Ia menginginkan Persis Solo sebagai klub kebanggaan warga Solo bisa lebih baik lagi dan dikelola manajemen yang profesional.
"Persis Solo sebagai klub kebanggaan warga Solo harus dikelola lebih profesional dengan manajemen yang berpengalaman," kata dia.
Ditanya terkait owner baru Persis Solo apakah Kaesang, Gibran enggan memberi bocoran. Ia minta pada publik untuk menanti kejutan terkait owner baru Persis Solo pada tanggal 20 Maret mendatang.
"Owner baru Persis rahasia. Kita tunggu pengumuman resminya tanggal 20 Maret mendatang," tutup Gibran.
Baca Juga:
Kompetisi Liga 2 Belum Jelas, Persis Solo Tetap Gelar Latihan
Diketahui, PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) menawarkan 20 persen saham untuk pengelolaan Persis Solo. Tak lama kemudian, saham Persis Solo sebesar 70 persen atau 3.500 lembar di bawah PT Persis Solo Saestu (PSS) milik Vijaya Fitriyasa Fitriyasa ikut dijual.
Padahal, Vijaya baru saja membeli saham mayoritas PT PSS tersebut pada pemilik lama 2019 dan belum merasakan ketatnya kompetisi Liga 2 Indonesia akibat pandemi COVID-19. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga: