Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gerindra Panggil Kadernya yang Usulkan RUU Ketahanan Keluarga

Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Februari 2020

Merahputih.com - Fraksinya Partai Gerindra akan memanggil kadernya, Sodik Mudjahid lantaran jadi salah satu pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Sodik bakal dimintai klarifikasi terkait usulannya tersebut.

"Iya itu pasti (minta klarifikasi). Kami ada rencana untuk meminta klarifikasi dari Pak Sodik sebagai pengusul," kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (21/2).

Baca Juga

DPR Ajak Rakyat Cermati Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga

Sebagian besar anggota Fraksi Gerindra sudah menyatakan tidak mendukung atas RUU tersebut namun sikap fraksi akan diputuskan. RUU Ketahanan Keluarga bukan usul inisiatif DPR ataupun fraksi sehingga Fraksi Gerindra tidak bisa menyatakan mencabut dukungan karena sejak awal bukan sebagai pengusul.

"Karena itu pada saat ini (Fraksi Partai Gerindra) tidak bisa menyatakan mencabut dukungan apa pun karena kami tidak pernah menjadi pengusul secara fraksi," tegas dia.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)
Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)

Sebagian besar anggota Fraksi Partai Gerindra sedang menginventarisir poin-poin yang ada dalam RUU Ketahanan Keluarga yang menimbulkan polemik di masyarakat.

Dia menilai polemik dan kontroversi terkait beberapa poin-poin di RUU tersebut terlihat dari pendapat publik yang disampaikan kepada DPR maupun terlihat di media sosial.

"Tentunya ini harus menjadi perhatian lebih besar bagi kami sebelum kemudian melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap RUU tersebut," katanya.

Baca Juga:

Tak Sahkan RUU PKS, Ketua DPR 'Ngeles' Belum Ada Judul

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, lima anggota DPR mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga yaitu Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani (F-PKS), Ali Taher (F-PAN), Sodik Mudjahid (Fraksi Gerindra), dan Endang Maria Astuti (Fraksi Partai Golkar). (*)

Baca Artikel Asli