Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026

MerahPutih.com - Partai Gerindra menepis anggapan yang menyebut Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mengusulkan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, keputusan itu diklaim sebagai murni internal bank sentral.

Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pengusulan nama keponakan Prabowo itu muncul langsung dari Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Menurutnya, mekanisme di bank sentral mustahil disetir oleh kepentingan luar karena setiap kebijakan strategis harus melalui persetujuan bersama.

"Pengusulan itu pilihan gubernur BI sendiri. Keputusan di sana bersifat kolektif kolegial," ujar Dasco kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/1).

Baca juga:

Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI

Pihak Gerindra menekankan, bahwa proses seleksi di BI tetap mengedepankan kompetensi teknokratis guna menjaga stabilitas moneter nasional.

Demi memuluskan transisi menjadi pejabat publik yang independen, Thomas telah menanggalkan seluruh atribut kepartaiannya.

Ia tercatat resmi mundur dari kepengurusan dan keanggotaan Gerindra per 31 Desember 2025. Langkah ini diambil mengikuti hasil musyawarah nasional partai pada Oktober 2025 lalu.

"Statusnya kini bukan lagi pengurus maupun kader partai," kata Dasco.

Baca juga:

Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai

Pemisahan diri dari aktivitas politik praktis menjadi syarat mutlak bagi calon petinggi BI demi menjamin objektivitas lembaga.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi Thomas Djiwandono termasuk dalam nama yang diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur BI.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan. Salah satunya memang betul ada nama Pak Wamenkeu, Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana, Jakarta. (knu)

Baca Artikel Asli