Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Gelombang Panas Diprakirakan Melanda AS di Akhir Pekan Libur Nasional

Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM — GELOMBANG panas yang berkepanjangan dan berbahaya diperkirakan akan semakin menguat di sebagian besar wilayah Amerika Serikat pada pekan ini. Para ahli cuaca memperkirakan gelombang panas akan membawa suhu siang hari yang sangat tinggi, kelembapan udara yang tinggi, serta suhu malam yang tetap menyengat.

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menyebut sekitar 120 juta orang di seluruh negeri berada di bawah peringatan gelombang panas ekstrem hingga Selasa (30/6), ketika warga Amerika bersiap menyambut akhir pekan libur Hari Kemerdekaan AS. Di bagian utara, sebagian besar wilayah Kanada juga mulai mengalami gelombang panas pada Selasa, dengan suhu di Provinsi Ontario diperkirakan mencapai 37 derajat celsius.

Gelombang panas ini terjadi setelah Eropa dilanda gelombang panas awal musim panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa hari terakhir. Panasnya bahkan memecahkan rekor suhu di sejumlah negara.

Baca juga:

Badan Cuaca PBB Peringatkan Dampak El Nino, Dunia Bisa Dilanda Gelombang Panas




Bersiap dengan Area Sejuk





Gelombang panas diperkirakan akan melanda wilayah yang luas di Amerika Serikat, mulai dari pesisir timur hingga bagian tengah negara tersebut. Suhu ekstrem yang dipicu fenomena heat dome (kubah panas) diperkirakan mencapai puncaknya di kawasan Midwest dan Lembah Mississippi pada Kamis (2/6).

Setelah itu, gelombang panas akan bergerak ke Lembah Ohio dan Pantai Timur mulai Kamis hingga sepanjang akhir pekan libur. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 35 hingga 40,6 derajat Celsius, sedangkan kombinasi suhu tinggi dan kelembapan akan membuat indeks panas (heat index) terasa mencapai 38 hingga 46 derajat celsius.

Rekor suhu harian diperkirakan akan pecah pada Kamis dan Jumat, bahkan beberapa wilayah berpotensi mencatat rekor suhu bulanan maupun rekor tertinggi sepanjang masa.

Pihak berwenang mengimbau warga di daerah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta memastikan memiliki akses ke pendingin udara atau pusat penyejuk (cooling center).

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengaktifkan rencana darurat menghadapi gelombang panas, dengan ratusan pusat penyejuk dijadwalkan mulai dibuka di seluruh kota pada Rabu.

Di Detroit, Negara Bagian Michigan, yang diperkirakan mengalami suhu hingga 38 derajat celsius, pemerintah membuka belasan pusat rekreasi berpendingin udara agar warga dapat berlindung dari panas.(dwi)

Baca juga:

WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian

Baca Artikel Asli