Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Hasil Penyisiran Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Pastikan Lokasi Aman

Soffi Amira - 2 jam, 53 menit lalu

MerahPutih.com - Aparat kepolisian khususnya Tim Gegana telah melakukan penyisiran seluruh sudut sekolah SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan. Hal itu menyusul adanya ancaman bom dari seseorang melalui WhatsApp.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi menyebutkan, penyisiran Tim Gegana berlangsung selama empat jam. Dari hasil penelusuran itu, tidak ada ditemukan benda berupa bom.

Untuk sementara ini setelah disisir beberapa jam, lebih kurang tadi 4 jam, itu tidak ada Ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Ia dinyatakan aman dari Gegana,

kata Nurma di SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Nurma menambahkan, petugas kepolisian juga memeriksa kamera pengawas sekolah atau Closed Circuit Television (CCTV).

Tak hanya itu, Densus 88 juga mengerahkan anjing pelacak atau K-9 untuk mencari barang bukti bom dari ancaman diteror oleh orang tak dikenal.

"Jadi kita semua mencari barang bukti selain CCTV, kemudian juga dari Gegana, dari Densus 88 dan apa Anjing pelacak, yaitu BNPT juga hadir. Itu yang kita harus cari, ya, itu untuk cari barang bukti," ucapnya.

Baca juga:

Hari Pertama MPLS SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan, Polisi Sisir Dugaan Teror Bom

Awal Mula Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan awal mula ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.

Pada Senin (13/7) pagi, saat siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah, salah seorang guru dan tenaga kependidikan menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan bom di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemprov DKI segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, yaitu Polsek setempat.

Baca juga:

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Segera Ditangkap

"Tim Gegana dan Densus 88 untuk penanganan ancaman bom Saat ini proses sterilisasi dan penyisiran oleh Tim Gegana sedang dilakukan secara menyeluruh di area sekolah," ucap Chico kepada wartawan, Senin (13/7).

Demi memastikan keselamatan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah, seluruh aktivitas dihentikan sementara dan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Orang tua/wali siswa telah dikomunikasikan melalui Kepala Sudin Pendidikan dan Kapolsek terkait. Proses pelacakan terhadap nomor pengirim pesan ancaman juga dilakukan secara paralel oleh Densus 88," ucapnya. (Asp)

Baca Artikel Asli