MerahPutih Internasional - Terkait rencana Jokowi menghadiri perayaan Natal di Papua rupanya mendapat sorotan dari budayawan Franz Magnis-Suseno.
Lewat surat terbukanya yang di tulis lewat situs harian berbahasa Inggris, Readers Forum The Jakarta Post pada Selasa (23/12/2014). Frans Magnis menuliskan judul "Your letters: Jokowi does not need to go to Papua" untuk suratnya tersebut.
Frans Menuliskan pandangannya dimana Presiden Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia sangat tidak diharapkan kehadiranya di Papua. Lebih Jauh Budayawan tersebut menuliskan "Dengan mengabaikan pembunuhan lima warga tak bersenjata dan 21 warga luka di Paniai oleh aparat keamanan 10 hari lalu, presiden telah menunjukkan bahwa dia tak ambil pusing terhadap nyawa warga Papua," tulis Frans Magnis-Suseno
Frans Magnis juga menyorot Jokowi yang dalam pandangannya dituliskan sebagai sosok yang gagal untuk mencegah aksi kekerasan di tanah Papua. Frans menulis, "Tidak bagi Jokowi, ini kejadian biasa. Seperti pendahulunya, ia tak akan melaksanakan investigasi serius terhadap kekejaman yang dilakukan aparat keamanan di sana." tegas Frans Magnis
Dalam surat tersebut Frans magnis juga menuliskan kritik pedas terhadap Presiden Jokowi sebagai sosok politisi yang hanya mengincar kekuasaan semata. "Hanya butuh waktu kurang dari dua bulan masa kerja bagi Presiden baru ini untuk menunjukkan bahwa dia hanyalah seorang politisi yang mengincar kekuasaan seperti yang lain" tulis Frans Magnis - Suseno.
Selengkapnya surat Franz Magnis-Suseno bisa dibaca di "Your letters: Jokowi does not need to go to Papua"
Namun Kritik pedas sang Budayawan tersebut kepada Jokowi terdapat di bagian akhir surat terbuka, dimana Frans Magnis menuliskan "Hanya butuh waktu kurang dari dua bulan masa kerja bagi Presiden baru ini untuk menunjukkan bahwa dia hanyalah seorang politisi yang mengincar kekuasaan seperti yang lain"
Berikut Surat terbuka Frans Magnis- Suseno kepada Jokowi yang di tulis situs harian The di Situs Readers Forum harian The Jakarta Post pada Selasa (23/12/2014) :
Your letters: Jokowi does not need to go to Papua
This is a comment on the President’s intention to attend Christmas celebrations in Papua.
President Joko “Jokowi” Widodo should have the decency not to force his attendance at the celebration of Christmas by Christian churches in Papua.
They have made it clear that many Papuans — 90 percent of whom voted for him in the last elections — no longer welcome him, and for very good reason.
By ignoring the killing of five unarmed civilians and the wounding of 21 more in Paniai by security personal 10 days ago, the President has demonstrated that he doesn’t give a damn for Papuan lives. He flunked his chance to prove that Jakarta really regards Papuans as Indonesians and human beings.
But no, with President Jokowi, it’s business as usual. Like his predecessors, he will not initiate any serious investigation into security apparatus brutality.
It is unsurprising, then, that he has already given clear signs that under his presidency, the terrible killings of hundreds of thousands of innocent Indonesians 49 years ago will continue to go uninvestigated.
The same is true regarding the murder of Munir (and others, such as Marsinah). The assumption of the “Jokowi-volunteers” that their idol had some special moral credibility has — sad to say — proved misplaced.
It took the new President less than two months in office to show that he was just another power-politician. Maybe this return to realism could even have its advantages.
Franz Magnis-Suseno
Jakarta