Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

FILM. Rilis 'Corak Di Balik Debu', Refleksi Tentang Indonesia yang Tak Sempurna

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026

MerahPutih.com - Setelah merilis single ketiga bertajuk Luka pada Januari lalu, band pop Indonesia FILM. kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Corak Di Balik Debu.

Lagu ini menjadi rilisan terkini sekaligus penutup dari rangkaian single yang menandai langkah FILM. menuju perilisan album debut mereka dalam waktu dekat.

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang lebih berangkat dari pengalaman personal, Corak Di Balik Debu membawa tema yang lebih luas dan reflektif.

Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda—dengan segala dinamika, ketidaksempurnaan, sekaligus keindahan yang kerap luput dari perhatian.

Dengan pendekatan lirik yang lebih kontemplatif, FILM. mencoba menangkap realitas yang kompleks, namun tetap dekat dengan keseharian. Corak Di Balik Debu seolah menjadi ruang perenungan—bahwa di balik segala kekacauan, selalu ada makna yang bisa ditemukan.

Baca juga:

Lirik Lagu 'Usia 25' Dul Jaelani, Belajar Berbesar Hati Meski Berkali-kali Dikhianati

Aku Jeje Hadirkan Lagu Emosional 'Bila', Simak Lirik Lengkapnya

Lirik Lagu 'Good Girls' Louis LNGSHOT yang Dominasi Chart Global, Angkat Kisah Jatuh Cinta

Lirik Corak Di Balik Debu - FILM.

Matahari terbenam di kala senja

Nampak elok di mata

Tersirat sebuah persepsi

Terlintas saat semua fana Ini bukan utopia

Inilah realita yang ada

Ketahuilah

Di balik debu-debu yang menoda

Terpampang secorak kilau yang sedari dulu

Bersinar indah

Asap putih menghalangi alunan cerita

Kabut pun tak kasat mata jika gelap gulita

Terkaan hanya sementara

Ruang hampa diragam menjadi warna Ini bukan utopia Inilah realita yang ada

Pahamilah

Di balik debu-debu yang menoda

Terpampang secorak kilau yang sedari dulu

Bersinar indah

Tak bisa dipungkiri

Bahwa semuanya tidak ada yang sempurna

Korban kata-kata yang tersebar tak terkendali di luar sana

Di balik debu-debu yang menoda

Terpampang secorak kilau yang sedari dulu

Dibangun untuk dicinta

(far)

Baca Artikel Asli