Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

Fabio Quartararo Blak-blakan Bongkar Kelemahan Fatal Yamaha Usai Resmi Pindah ke Honda

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026

Merahputih.com - Fabio Quartararo mengambil keputusan besar dalam kariernya dengan mengakhiri kerja sama panjang bersama Yamaha dan bergabung dengan tim pabrikan Honda mulai musim depan.

Langkah berani ini bertepatan dengan pemberlakuan regulasi teknik baru dari Dorna Sports, termasuk penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc.

Baca juga:

Jorge Martin Kuasai Silverstone Sejak Lap Pertama, Unggul 17 Poin di Puncak Klasemen MotoGP

Keputusan berganti kostum ini murni berdasar pada evaluasi menyeluruh terhadap perubahan filosofi kerja pabrikan asal Jepang tersebut.

Quartararo menilai Honda menunjukkan keberanian tinggi dalam mengambil risiko serta mempercepat proses pengembangan motor, berbeda dari pendekatan terlalu konservatif masa lalu.

Saya melihat perubahan besar di Honda. Mereka bergerak jauh lebih cepat, dan sekarang mereka tahu apa kebutuhan tim untuk bersain melawan pabrikan lain,

ujar Fabio Quartararo.

Dominasi Keberanian Berisiko Pabrikan

Fabio

Sorotan utama persaingan pengembangan teknis terletak pada kecepatan pengambilan keputusan dari para insinyur pada masing-masing tim. Quartararo menyoroti perbedaan mencolok antara pabrikan Eropa dan pabrikan Jepang dalam beberapa musim terakhir, terutama mengenai keberanian meriset komponen anyar.

Berikut deretan data fakta serta poin evaluasi teknis melandasi perpindahan Fabio Quartararo:

  • Perubahan Peraturan Teknis 2027: Penurunan kapasitas mesin utama MotoGP dari 1.000 cc menjadi 850 cc.

  • Kecepatan Pengambilan Keputusan: Honda menunjukkan respons lebih progresif ketimbang Yamaha dalam pengembangan prototipe.

  • Masalah Pengembangan Motor V4: Performa spesifikasi mesin V4 Yamaha stagnan tanpa peningkatan signifikan dari pengujian awal.

  • Penyegaran Struktur Kerja: Honda meninggalkan filosofi pengembangan konservatif demi memangkas jarak dari pabrikan Eropa.

  • Target Poin Utama: Mengembalikan posisi pembalap Prancis ini ke barisan perebutan podium serta gelar juara dunia.

Stagnasi Mesin V4 Memicu Kepindahan

Kecewa atas lambatnya kemajuan teknis motor Yamaha V4 menjadi pemicu kuat kepindahan sang pembalap. Riset mendalam belum menghasilkan peningkatan berarti pada mesin prototipe versi terbaru jika membandingkannya dengan versi awal saat pertama kali menjalani uji coba.

“Menurut saya, Yamaha dan Honda sebelumnya kurang berani mengambil risiko. Di Yamaha, kami tidak cukup berani dalam pengembangan motor dan selalu bergerak terlalu lambat,” tutur Quartararo.

Baca juga:

Honda Cuma Bisa Pasrah Saat Kontrak Fabio Quartararo Usai Gagal Dapatkan Marc Marquez dan Pedro Acosta

Pembalap bernomor start 20 ini menambahkan kekecewaannya mengenai paket motor lama:

“Kami sebenarnya masih memiliki paket sangat mirip dengan motor V4 pertama. Biasanya perkembangan awal proyek baru berjalan sangat besar, namun kami belum membuat lompatan berarti dari motor baru ke motor matang ini," jelas dia.

Harapan besar kini tertuju pada proyek jangka panjang era mesin 850 cc bersama Honda. Pertemuan intensif serta pemaparan cetak biru teknis pabrikan logo sayap mengepak berhasil meyakinkan sang juara dunia untuk memulai babak baru pertaruhan kariernya.

Baca Artikel Asli