MerahPutih.com - Penonton MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9-11 Oktober bakal meningkat 15,7 persen dibanding tahun lalu atau mencapai 145.000 penonton baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Warokka mengunkapkan, ITDC memaparkan berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan, mulai dari pengelolaan kawasan, pengaturan akses dan mobilitas pengunjung, kesiapan operasional lintas fungsi, hingga berbagai aktivasi kawasan yang akan memperkaya pengalaman pengunjung selama penyelenggaraan kegiatan.
Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia dari tahun ke tahun,
katanya.
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia juga menghasilkan multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp 4,96 triliun. Tidak hanya itu, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia juga memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.
Baca juga:
Belajar dari F1 yang Pindah ke Sepang, Akankah MotoGP Qatar 2026 Pakai Rencana Cadangan?
Hingga tahun 2025, event ini telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar di Kawasan The Mandalika,
katanya.
Ajang MotoGP 2025 bahkan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal NTB, dengan sekitar 67 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, serta melibatkan 202 UMKM kuliner dan kerajinan dan lebih dari 600 UMKM yang beraktivitas di sekitar kawasan sirkuit maupun Kuta Mandalika.
Selama penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram, disertai penambahan 44 penerbangan ekstra menuju Nusa Tenggara Barat untuk mengakomodasi tingginya mobilitas wisatawan,
katanya.

