Merahputih.com - Peta persaingan MotoGP memasuki babak baru menyusul kepindahan sang juara dunia 2021, Fabio Quartararo ke pabrikan raksasa Jepang, Honda mulai kompetisi musim 2027.
Namun ada fakta menarik dari internal HRC. HRC mengungkap bahwa keberadaan pembalap asal Prancis tersebut sebenarnya bukan pilihan nomor satu dalam rencana awal manajemen.
Baca juga:
Fabio Quartararo Tinggalkan Yamaha, Honda HRC Menang Besar Sambut Era Baru MotoGP 2027
Laporan media otomotif Speedweek membeberkan kronologi perburuan pembalap oleh Honda sebelum meresmikan kesepakatan bersama eks rider Yamaha tersebut.
Honda lebih dulu melayangkan penawaran resmi kepada Marc Marquez serta Pedro Acosta guna mengisi posisi utama tim pabrikan.
Pihak HRC sempat mengajukan tawaran nilai kontrak fantastis mencapai 30 juta Euro (setara Rp613,23 miliar) demi memboyong bintang muda Spanyol, Pedro Acosta,
tulis laporan Speedweek.
Penolakan Dua Bintang Spanyol
Langkah awal Honda memprioritaskan opsi reuni bersama Marc Marquez kandas akibat sang pembalap memilih setia bersama Ducati.

Keputusan Marquez bertahan di tim Italia didasari atas jaminan performa motor sangat kompetitif. Situasi tersebut memaksa HRC mengalihkan target utama menuju talenta muda Pedro Acosta lewat tawaran dana segar Rp 613,23 miliar.
Data serta fakta penting seputar peta transfer Honda menuju MotoGP 2027:
-
Nilai Tawaran Pedro Acosta: Mengalokasikan dana 30 juta Euro atau setara Rp613,23 miliar.
-
Target Utama Pabrikan: Marc Marquez menempati urutan pertama prioritas HRC sebelum memilih bertahan di Ducati.
-
Status Fabio Quartararo: Mengantongi gelar Juara Dunia MotoGP 2021 bersama tim pabrikan Yamaha.
-
Regulasi Mesin Baru: Memulai penggunaan format mesin kapasitas 850 cc secara serentak pada musim 2027.
-
Kandidat Pendamping Team: Memproyeksikan nama talenta muda seperti Diogo Moreira atau David Alonso sebagai rekan satu tim.
Fondasi Era Baru Mesin 850 cc
Penolakan Acosta berlabuh ke HRC membuka jalan bagi Quartararo menjadi komando utama pengembangan motor pabrikan Jepang tersebut.
Pembalap berusia 27 tahun ini dinilai memiliki kapasitas teknis mumpuni dalam mengekstraksi potensi maksimal kendaraan saat melibas lintasan balap.
Baca juga:
Yamaha akan Berpisah dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins pada Akhir MotoGP 2026
Honda menaruh harapan besar pada kepemimpinan Quartararo guna mengembalikan kejayaan tim setelah kehilangan figur sentral sejak kepindahan Marquez.
Manajemen meyakini kombinasi pengalaman sang pembalap Prancis bersama keandalan mesin baru sanggup memutus dominasi rival di barisan depan. Ketersediaan paket motor kompetitif bakal membuka peluang Quartararo kembali bersaing merebut trofi juara dunia.