Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion

Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026

MerahPutih.com - Memasuki tiga dekade perjalanannya di Indonesia, ESMOD Jakarta memperkuat langkah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi fashion Indonesia ke kancah internasional melalui program Global Mobility Pathway.

Inisiatif ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar di berbagai lingkungan fashion dunia, sekaligus menciptakan ruang pertukaran budaya antara Indonesia dan jaringan ESMOD International.

Melalui program tersebut, mahasiswa ESMOD Jakarta dapat memulai pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di jaringan ESMOD yang berada di Prancis, Tokyo, Dubai, maupun Seoul.

Pengalaman berpindah lingkungan belajar diharapkan tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri fashion global, tetapi juga mendorong mereka membawa identitas dan kekayaan budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

Pertukaran Pelajar Berjalan Dua Arah

Program Global Mobility Pathway tidak hanya memberikan kesempatan mahasiswa ESMOD Jakarta untuk belajar di luar negeri.

Mahasiswa dari jaringan ESMOD International juga memiliki kesempatan datang dan belajar di ESMOD Jakarta. Skema pertukaran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu bagian dari ekosistem pendidikan fashion global.

Selama berada di Jakarta, mahasiswa internasional dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia fashion.

Mulai dari kain tradisional, teknik kerajinan, hingga berbagai praktik budaya dan potensi kreatif lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam proses pembelajaran maupun penciptaan karya.

Dengan demikian, pertukaran pelajar tidak hanya menjadi sarana untuk mempelajari teknik dan perkembangan industri fashion, tetapi juga menjadi medium pertukaran perspektif dan budaya.

Mahasiswa dari luar Indonesia dapat melihat secara langsung bagaimana kekayaan tradisi lokal diterjemahkan ke dalam pendekatan fashion kontemporer.

Baca juga:

Kolaborasi ESMOD Jakarta dan Levi's Indonesia Upcycle Pakaian dalam Sweater Project

Membawa Identitas Indonesia ke Panggung Global

Di sisi lain, mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana industri fashion berkembang di berbagai negara.

Pengalaman tersebut dapat membantu mereka melihat budaya dan potensi kreatif lokal dari perspektif yang lebih luas, sekaligus memahami bagaimana identitas Indonesia dapat dikembangkan agar mampu berdialog dengan industri fashion internasional.

Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta, Suryo Danuwinoto, menilai Global Mobility Pathway sebagai kelanjutan dari komitmen ESMOD Jakarta dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memiliki kesiapan untuk memasuki industri internasional, tetapi juga harus mampu membawa kreativitas dan identitas Indonesia ke dalamnya.

Pertukaran pengalaman lintas negara juga dinilai dapat mendorong mahasiswa keluar dari zona nyaman.

Dengan berada di lingkungan yang berbeda, mereka dituntut untuk beradaptasi, memahami budaya baru, serta mempelajari cara kerja yang berbeda.

Proses tersebut pada akhirnya dapat membantu mereka menemukan cara untuk menerjemahkan identitas kreatif Indonesia ke dalam konteks global.

Baca juga:

ESMOD Jakarta Pamerkan 100 Koleksi Inovatif Bertema 'Neo Designer'

Belajar Fashion Sekaligus Membaca Budaya

Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan perpindahan lingkungan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari fashion secara teknis, tetapi juga belajar membaca budaya, beradaptasi dengan perspektif baru, dan memahami bagaimana latar belakang budaya dapat memengaruhi cara seseorang menciptakan karya.

Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman internasional tersebut bukan berarti mahasiswa harus meninggalkan akar budaya mereka.

Sebaliknya, wawasan yang diperoleh dari lingkungan global diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengenali kembali potensi Indonesia dan mengembangkannya dalam konteks yang lebih luas.

Baca juga:

ESMOD Jakarta Open Campus 25 April 2026, Kesempatan Eksplorasi Karier di Industri Fashion

Tiga Dekade ESMOD Jakarta dan Jejak Para Alumni

Komitmen tersebut sejalan dengan perjalanan ESMOD Jakarta sejak hadir pada 1996.

Selama 30 tahun, institusi pendidikan fashion ini telah melahirkan sekitar 1.000 lulusan yang kemudian berkiprah sebagai desainer, pengusaha, profesional industri, maupun pelaku di berbagai bidang kreatif.

Sejumlah alumni ESMOD Jakarta juga telah membawa karya dan identitas mereka ke tingkat yang lebih luas.

Nama seperti Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda berkembang melalui brand masing-masing, sementara Hian Tjen dikenal melalui karya-karyanya yang dikenakan sejumlah figur publik Indonesia.

Yogie Pratama bahkan telah mendapatkan eksposur internasional melalui karya custom yang dikenakan oleh penyanyi dan entertainer dunia, termasuk Christina Aguilera.

Jejak internasional tersebut juga mulai terlihat dari generasi alumni yang lebih baru.

Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella, misalnya, mulai membangun koneksi serta kolaborasi dengan desainer dari Prancis.

Perjalanan para alumni tersebut menunjukkan bahwa pendidikan fashion dapat menjadi pintu untuk mengembangkan karya lokal sekaligus membangun hubungan dengan ekosistem kreatif global.

Baca juga:

Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia

Menjadikan Indonesia Bagian dari Ekosistem Fashion Dunia

Melalui Global Mobility Pathway, ESMOD Jakarta ingin menjadikan pertukaran pelajar sebagai salah satu cara untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan dunia fashion internasional.

Program ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga membawa mahasiswa internasional datang ke Indonesia dan mengenal langsung kekayaan budaya fashion lokal.

Pada akhirnya, pengalaman lintas negara tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi talenta fashion yang mampu bergerak di tengah ekosistem global tanpa kehilangan identitas dan akar budaya Indonesia. (Far)

Baca Artikel Asli