Enam Bulan Berlalu, Polisi Masih Kesulitan Ungkap Pelaku Penyiraman Novel
Jumat, 03 November 2017 -
MerahPutih.com - Sudah enam bulan berlalu, Polda Metro Jaya masih belum menemukan titik terang dalam kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan. Proses penyidikan hingga saat juga masih berjalan dan penyidik masih memburu penyiram Novel.
"Kami juga sama ya, kami gamblang menyampaikannya. Yang penting kan ada yang melihat, kira-kira ada enggak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di kantornya, Jumat (3/11).
Argo mengaku, pencarian pelaku terkendala minimnya bukti-bukti di lapangan. CCTV yang berada terletak tak jauh dari lokasi penyiraman tidak bisa memperlihatkan secara jelas sosok pelaku penyerangan terhadap Novel meski telah dibawa ke Australia.
"Kami sedang berupaya mencari. Kami sampai membawa CCTV ke Australia minta diperiksa," kata Argo.
Meski memastikan bahwa proses penyidikan masih berjalan hingga saat ini, polisi belum berencana kembali memeriksa Novel sebagai saksi. Novel sendiri masih dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.
"Belum ada rencana (memeriksa Novel lagi)," ujar Argo.
Seperti diberitakan, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara seusai pulang salat subuh, pada Selasa (11/4) lalu. Pelaku diketahui dua orang berboncengan sepeda motor.
Polisi sempat menahan H dan M yang dicurigai sebagai pelaku. H dicurigai polisi karena mondar-mandir di depan rumah Novel. Namun, alibinya tak terbukti, H merupakan seorang "mata elang". Sementara M juga sempat dicurigai dan menjalani pemeriksaan. Tapi, tak terbukti akhirnya polisi melepaskan H dan M.
Polisi juga sempat menangkap seorang pria berinisial AL di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5) lalu. AL sendiri merupakan saudara dari H. AL karyawan spa di Jakarta. Saat penyiraman, AL berada di rumah temannya. (Ayp)