MerahPutih.com - Pemerintah telah mengalokasikan bantuan pengembangan kopi di Aceh seluas sekitar 17 ribu hektare dengan total 17 juta batang bibit kopi. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan pekebun hingga Rp 4 triliun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membidik nilai ekspor kopi Indonesia menembus Rp100 triliun per tahun melalui peningkatan produksi penguatan hilirisasi perluasan pasar ekspor serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Sekarang nilai ekspor kopi kita sudah mencapai sekitar Rp40 triliun (pada tahun 2025). Ke depan harus kita dorong menjadi Rp100 triliun, bahkan kalau bisa Rp200 triliun. Potensinya sangat besar,
kata Mentan.
Amran menegaskan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.
Baca juga:
Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas bibit kopi yang akan menjadi fondasi peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Kopi Gayo di pasar dunia.
Dalam peninjauan tersebut, Mentan menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas pembibitan yang dinilai telah dikelola dengan sangat baik. Bibit unggul merupakan faktor utama untuk menghasilkan kebun produktif yang mampu meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.
“Kami sangat puas. Pembibitannya sangat bagus, betul-betul dikawal. Saya mengapresiasi direktur, jajaran di wilayah Aceh, dan para PPL (penyuluh pertanian lapangan) yang bekerja dengan baik mendampingi petani,” ucap Amran.
Besarnya potensi Kopi Gayo tidak hanya tercermin dari kualitasnya, tetapi juga dari pengakuan pasar internasional terhadap komoditas unggulan asal Aceh tersebut. Pengakuan itu pernah ia rasakan saat melakukan kunjungan kerja ke Meksiko dan Argentina, ketika pembahasan mengenai Kopi Gayo muncul dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat ke-42 Bill Clinton.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa Kopi Gayo memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sehingga pemerintah akan terus mendukung petani kopi, termasuk di Aceh, agar mampu meningkatkan produksi dan memperluas pasar ekspor.
“Kopi ini sudah mendunia. Saya masih ingat ketika melakukan kunjungan ke Meksiko dan Argentina, saya bertemu Presiden Amerika Serikat ke-42 Bill Clinton. Yang dibahas justru Kopi Gayo," katanya.