Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS

Dwi Astarini - 2 jam, 45 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano mengajak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ikut berkolaborasi dalam pembangunan lebih dari 5.000 kampung nelayan modern di seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.

“Pembangunan kampung nelayan tidak hanya berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai disiplin ilmu,” ujar Irwan, Minggu (25/10).

Menurutnya, pembangunan kampung nelayan modern mencakup berbagai persoalan, mulai dari penyimpanan dan pendinginan hasil tangkapan, energi, teknologi, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia. “Kita sedang membangun lebih dari 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia. Di tahun ini, kita bertekad lebih dari 1.000 selesai,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan budi daya udang seluas lebih dari 14.000 hektare di wilayah utara Pulau Jawa yang tersebar mulai dari Brebes hingga Rembang. Pengembangan tersebut membutuhkan dukungan berbagai bidang keilmuan, seperti mikrobiologi, sensor, teknologi, hingga bisnis.

Baca juga:

KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih


“Kami melihat perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mendukung pembangunan kampung nelayan. Ini secara khusus membuka peluang kolaborasi dengan UMS melalui berbagai program studi yang relevan,” kata dia.

Dia menegaskan kerja sama dengan kampus terbuka lebar untuk mewujudkan 1.000 kampung nelayan. Ia menyebut sejumlah fakultas dan program studi di UMS yang berpotensi terlibat, antara lain Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kedokteran, Prodi Kesehatan Masyarakat, juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kolaborasi ini bisa terlaksana seperti melalui riset dan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

“Keterlibatan perguruan tinggi penting karena pembangunan kampung nelayan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur,” kata dia.

Ia juga mengaitkan agenda tersebut dengan semangat Al-Ma’un yang menjadi salah satu nilai penting dalam gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, kemajuan akan memiliki makna ketika manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan. “Saya ingat ada semangat Al-Ma’un dari Kiai Ahmad Dahlan bahwa kemajuan itu baru bermakna pada saat dirasakan mereka yang paling lemah. Nelayan ialah bagian komunitas paling lemah dan paling miskin di Indonesia,” ungkapnya.

Irwan menegaskan pembangunan peradaban biru Indonesia membutuhkan sinergi berbagai pihak. Negara, perguruan tinggi, persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat pesisir perlu bergerak bersama untuk mewujudkan kawasan pesisir yang mandiri dan berkelanjutan. “Peradaban biru yang berkelanjutan merupakan kerja bersama, negara, kampus, persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat pesisir,” tegasnya.

Dekan Fakultas Geografi UMS Prof Jumadi menyampaikan keilmuan geografi memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan wilayah laut dan pengembangan ekonomi biru. Menurutnya, salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan yakni pemanfaatan teknologi remote sensing atau penginderaan jauh.

Jumadi menyambut peluang kerja sama yang ditawarkan Wamen KKP. Menurutnya, UMS dapat menginisiasi kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi biru melalui pemanfaatan keilmuan dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi.

“Kita juga ingin bekerja sama. Sebenarnya kesempatan ini kemarin sudah akan dikenalkan waktu di Bali. Kalau bisa hari ini kita akan coba inisiasi untuk kerja sama dengan Pak Wamen untuk pengembangan ekonomi biru ini,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Kemenhan Bantah Video Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Latihan Angkat Senjata sambil Merayap, Sebut sebagai Hoaks




Baca Artikel Asli