MerahPutih.com – Peta politik di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah kian menarik menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2029.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI.
Dapil ini dikenal sebagai “kandang banteng” karena menjadi basis kuat PDIP, termasuk tempat Ketua DPR RI Puan Maharani terpilih melenggang ke Senayan dalam Pileg 2024 lalu.
Baca juga:
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Head to Head Putra Jokowi vs Putri Megawati

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. (Merahputih.com/Ismail)
Dapil V Jateng meliputi Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo. Puan Maharani, putri sulung Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, sudah lama menguasai dapil ini.
Namun, Kaesang optimistis dengan kendaraan PSI mampu menembus dominasi PDIP melalui strategi politik yang membumi.
Mulai dari menghadiri pengajian hingga melayat ketika ada warga yang meninggal dunia, kita datang sebagai masyarakat untuk mengucapkan duka kepada tetangga atau temannya,
Ketum PSI Kaesang Pangarep.
Anak bontot mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menegaskan kader PSI Solo harus hadir sebagai sahabat masyarakat, bukan sekadar partai politik.
“Insya Allah saya akan membersamai seluruh kader, terkhusus di Solo,” imbuh Kaesang, saat memberikan arahan dalam Rakorda DPD PSI Solo, Sabtu (25/7) malam.
Baca juga:
Fokus Solo, Hindari Wilayah Lain
Di hadapan kader PSI Solo itu, Kaesang memastikan wilayah kerja politiknya hanya akan fokus di Surakarta (Solo), kota asal keluarga besarnya.
Saya cuma kedapatan Solo, tapi saya mohon target kita benar-benar besar untuk 2029,
Ketum PSI Kaesang Pangarep.
Ketum PSI itu mengakui tidak boleh menyentuh daerah lain di Dapil V Jateng karena sudah dibagi kepada kader PSI lainnya.
“Boyolali saya tidak boleh disentuh karena sudah ada bagian yang lain. Sukoharjo juga, Klaten sudah diberikan teritorinya kepada yang lainnya,” paparnya.
Strategi Politik Kaesang
-
Fokus suara di Solo, basis keluarga Jokowi
-
Pendekatan sosial: hadir di pengajian, melayat, menjenguk warga
-
Komunikasi membumi: PSI hadir sebagai sahabat masyarakat
-
Soliditas kader: dukungan penuh meski tidak semua maju caleg
-
Taktik Kampanye: Pembagian wilayah dapil untuk kader PSI lain
Kaesang juga meminta kader yang tidak maju sebagai caleg tetap mendukung perjuangannya menduduki kursi anggota dewan.
“Bagi yang tidak nyaleg saya minta bantuannya, minta dukungannya supaya terus solid,” tandas orang nomor satu di PSI itu. (Ismail/Jawa Tengah)