Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama

Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026

Merahputih.com - Dewan Pimpinan Wilayah Kebangkitan Pemuda Nusantara (DPW KPN) DKI Jakarta mengingatkan menurunnya kualitas dialog dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, Ormas kepemudaan ini mengingatkan agar peringatan Hari Lahir Pancasila jangan hanya dijadikan kegiatan seremonial semata.

Ketua DPW KPN DKI Jakarta, Muh. Hasmawi Nur menilai bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari polarisasi sosial, menguatnya sentimen identitas di ruang publik, hingga menurunnya kualitas dialog dalam kehidupan demokrasi.

Dalam konteks tersebut, Ia menegaskan bahwa Pancasila tetap memiliki relevansi sebagai titik temu berbagai perbedaan yang ada di Indonesia.

Baca juga:

BRIN Minta Maaf Unggahan Garuda Pancasila tak Sesuai Aturan

"Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, tantangan terbesar kita bukan sekadar menjaga persatuan secara formal, tetapi memastikan bahwa perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan bersama. Pancasila memberikan kerangka untuk itu," ujarnya di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, saat upacara peringatan hari lahir Pancasila.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pengurus, anggota, serta sejumlah tamu undangan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Hari Lahir Pancasila sekaligus momentum refleksi kebangsaan bagi generasi muda.

Upacara berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta penyampaian amanat pembina upacara. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib hingga akhir acara.

Hasmawi menambahkan, momentum peringatan hari lahir Pancasila tersebut perlu dijadikan ruang untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan ini memiliki makna tersendiri bagi organisasi tersebut. Selain bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, tanggal 1 Juni juga merupakan hari lahir Ormas KPN.

"Karena itu, upacara tidak hanya menjadi agenda nasional yang diperingati setiap tahun, tetapi juga menjadi penanda perjalanan organisasi dalam menjalankan peran dan pengabdiannya di tengah masyarakat," lanjutnya.

Hasmawi menjelaskan, sejak didirikan, KPN membawa misi kebangsaan dan peradaban yaitu nasionalis, pluralis dan religius. Menurutnya, ketiga hal ini tidak bisa terpisahkan. Misalnya bila nasionalisnya tidak memiliki sisi nilai pluralis maka pasti akan menciptakan perpecahan dan hilang persatuan Indonesia.

Baca juga:

Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia

Jika nasionalisnya tidak religius maka akan muncul nasionalis sekuler atau ateis. Begitu juga pluralis Kebangkitan Pemuda Nusantara harus juga bersifat nasionalis dan religius sehingga dapat terjadi persatuan kebangsaan dan keagamaan. Begitu juga religius nya juga harus religius nasionalis dan pluralis.

Dalam kesempatan yang sama, jajaran pengurus juga melakukan refleksi singkat mengenai perjalanan organisasi sejak berdiri hingga saat ini. Berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari kegiatan pendidikan, pengembangan kepemudaan, diskusi publik, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, disebut sebagai bagian dari upaya organisasi untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penguatan kehidupan demokrasi.

Baca Artikel Asli