DPRD Tagih Janji Gubernur Pramono Banjir Jakarta Surut 1,5 Jam dengan Sistem Pompa

Sabtu, 24 Januari 2026 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu mempertanyakan janji Gubernur Pramono Anung, yang menyatakan banjir di ibu kota bisa surut dalam waktu 1 hingga 1 setengah jam saja dengan sistem pompa air yang baru.

"Ketika mesin-mesin pompa ini sudah berfungsi maksimal, maka airnya meluap dan banjir terjadi berjam-jam. Padahal yang menjadi sorotan kami, Pak Gubernur pernah menjanjikan bahwa banjir di Jakarta bisa ditanggulangi dalam waktu 1 sampai 1 setengah jam," kata Pramono, Sabtu (24/1).

Baca juga:

Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi

"Nah ini lah catatan kami. Ketika kondisinya tidak seperti yang diharapkan, maka warga Jakarta ingin menagih janji. Kami memantau dan kami tentu harus membantu agar ini bisa terealisasi," imbuhnya.

Sidang Pompa Air di Jakarta Barat

Kevin pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap 3 rumah pompa air di Jakarta Barat (Jakbar), pada Jumat (23/1) sore. Mulai dari Jelambar Baru, Wijaya Kusuma, dan Tanjung Duren Utara.

Dalam sidaknya itu, Kevin menyorot kondisi pompa air di beberapa tempat yang sudah kewalahan lantaran beroperasi lebih dari kapasitas maksimalnya selama gelombang hujan terjadi beberapa waktu ke belakang ini.

"Di wilayah Grogol Petamburan tadi juga ada permintaan dari para petugas di lapangan untuk penambahan pompa-pompa bergerak. Karena, kapasitas saat ini boleh dikatakan sudah maksimal. Baik rumah pompa yang sudah terpasang seperti ini ataupun yang tadi bergerak," paparnya.

Baca juga:

Pagi Ini 9 Ruas Jalan dan 90 RT di Jakarta Tergenang Banjir, Ketinggian Sampai 2,5 Meter

Jempol untuk Petugas Banjir di Lapangan

Ketika pompa-pompa tersebut kewalahan, maka terjadi banjir yang mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari di wilayah sekitarnya.

Kendati demikian, Kevin mengacungi jempol kepada para petugas yang telah bekerja keras untuk menanggulangi banjir, khususnya di wilayah Jakbar.

"Petugas kami bekerja luar biasa. Tadi saya dengar ada yang sudah 3 hari kurang tidur karena stand-by selama 24 jam. Mereka punya 3 shift dan masing-masing ada yang bertugas selama 8 jam hingga 12 jam. Jadi, kami lihat kalau dari sisi sumber daya manusianya ini sudah maksimal," pungkasnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan