Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Soroti Pentingnya Kualitas Gizi dan Rasa Makanan Bagi Calon Haji Indonesia

Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Juni 2024

Merahputih.com - Anggota Timwas Haji DPR, Saleh Partaonan Daulay menyoroti koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terkait pengadaan makanan. Ia menekanan tentang pentingnya peningkatan kualitas gizi dan rasa makanan untuk jemaah haji Indonesia.

Ia berharap persoalan makanan ini penting juga untuk dari waktu ke waktu diperhatikan oleh pemerintah.

"Koordinasi antara kedua kementerian ini diperlukan untuk memastikan bahwa gizi makanan yang disediakan sudah terpenuhi dan standar kesehatan medis terjaga, ujar Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Rabu (12/6).

Baca juga:

DPR Temukan 40 Ribu Jemaah Haji Sepuh Cuma Dilayani 20 Bus Ramah Lansia

Selain faktor gizi, rasa makanan juga menjadi perhatian utama. "Orang Indonesia ini sangat sensitif dengan rasa jadi kalau rasanya itu tidak rasa Indonesia ini kadang-kadang ada penolakan," ujarnya.

Untuk mengatasi kejenuhan, variasi menu makanan yang sesuai dengan selera Indonesia dianggap penting agar jemaah merasa nyaman dan dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Untuk pertama kalinya, pemerintah akan memberikan konsumsi penuh selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selama ini, Kementerian Agama memang tidak menyediakan konsumsi bagi jemaah selama prosesi ibadah Armuzna secara penuh. Hal ini tak lepas dari sulitnya pendistribusian konsumsi mengingat padatnya kawasan itu selama hari tasyrik.

"Total, jemaah mendapatkan 15 kali jatah konsumsi," ujar Kasi Konsumsi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Beny Hermawan.

Baca juga:

KJRI Jeddah Ingatkan Jemaah Pemegang Visa Non Haji Segera Keluar dari Mekkah

Beny menjelaskan 15 kali jatah konsumsi itu meliputi enam kali makanan siap saji serta sembilan makanan segar. Semua paket itu dibagikan pada H-1 pelaksanaan wukuf di Arafah.

Di luar itu, jemaah masih mendapat tambahan snack (makanan ringan) serta konsumsi pelengkap lainnya. Seluruh menunya disiapkan oleh penyedia yang telah ditunjuk.

Penyediaan konsumsi bagi jemaah selama Armuzna sudah disiapkan dengan menyesuaikan kondisi sulitnya pendistribusian makanan akibat padatnya lalu lintas orang maupun kendaraan di Arafah, Mina, maupun Muzdalifah.

Baca Artikel Asli