Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Merasa Diabaikan Kapolres, Begini Reaksi Bos Komisi III

Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 November 2019

Merahputih.com - Komisi III DPR menegur jajaran Polri, khususnya kapolres bisa bersinergi dan membangun komunikasi dengan para pejabat baik di tingkat daerah tempatnya bertugas maupun tingkat pusat sesuai dengan tupoksinya untuk menjaga keamanan. Dengan begitu, para kapolres akan lebih banyak mengetahui kondisi terkini di wilayahnya.

Terlebih dengan dinamika kembali terganggunya situasi kamtibmas oleh para pelaku berpaham radikalisme hingga terorisme.

Baca Juga:

DPR Minta Kapolri Bereskan Anggota yang Kerap Minta Proyek

"Kapolres harus tanggap terhadap kondisi terkini keamanannya. Bagaimana menjaga keamanan lingkungan jika komunikasi dengan pejabat di daerah ataupun tingkat pusat diabaikan. Sementara yang ingin dikomunikasikan adalah mengenai kamtibmas di daerahnya," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11).

Saat rapat kerja dengan Kapolri, Rabu (20/11), Komisi III menyampaikan nama dan status sejumlah kapolres terkait dengan daerah pemilihan. Namun, masih ada yang mengabaikan.

"Jika kami sebagai anggota dewan saja bisa diabaikan, bagaimana masyarakat biasa?" sindir Sahroni mengungkapkan kekecewaannya.

"Tanpa adanya komunikasi yang baik maka dapat berimbas pada pengabaian persoalan hukum ataupun menjadi biasnya arus informasi terhadap sebuah peristiwa kejahatan," sambung dia.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. ANTARA/dokumentasi pribadi

Ia mencontohkan anggota dewan ketika menerima aspirasi dari masyarakat mengenai kejahatan di daerah tersebut. Sebagai anggota dewan tentunya informasi tersebut harus disampaikan lebih lanjut kepada aparat Polri terkait, dalam hal ini kepada kapolres selaku pimpinan yang seharusnya mengenal baik kondisi keamanan di kota ataupun kabupaten tempatnya bertugas.

Selain itu, ketika terjadi kejahatan luar biasa, seperti terorisme, sebagai pimpinan wilayah maka kapolres harus dapat menyampaikan kepada pejabat pemerintah ataupun anggota dewan mengenai kondisi aktual sehingga informasi tidak menjadi bias atau bahkan memunculkan hoaks.

Baca Juga:

Kapolri Akui Tak Mudah Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Novel

Dalam rapat kerja bersama Polri, Sahroni selaku pimpinan Komisi III berpesan kepada Kapolri untuk mengingatkan jajaran tingkat polres agar respontif 'jemput bola' dan meningkatkan komunikasi yang baik.

"Banyak sudah menyampaikan nama dan posisi, kapolres menganggap enteng," pesannya kepada Kapolri Jenderal Idham Azis. (*)

Baca Artikel Asli