MerahPutih.com - Komisi I DPR RI menyoroti insiden ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono berharap, investigasi yang dilakukan TNI berjalan profesional dan menjadi bahan untuk perbaikan.
Baca juga:
TNI AD Ingatkan Publik Jangan Berspekulasi Liar Soal Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Komisi I DPR Minta Ada Evaluasi terkait Penyimpanan Amunisi
Menurut dia, proses tersebut perlu diberi ruang agar dapat bekerja secara objektif, profesional, dan transparan, sehingga penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti tanpa didahului spekulasi.
Hasil investigasi nantinya harus menjadi dasar perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
kata Dave, Sabtu (18/7)
Ia meminta ada evaluasi dari TNI terkait tata kelola penyimpanan amunisi. Ia menyebut pengamanan perlu dilakukan secara berkala.
"Oleh karena itu, evaluasi terhadap tata kelola penyimpanan, pemeriksaan, pemeliharaan, serta sistem pengamanan amunisi perlu terus dilakukan secara berkala dengan mengacu pada standar keselamatan yang berlaku," kata dia.
Baca juga:
TNI AD Kirim Tim Khusus dari Jakarta Investigasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7).
Pada insiden tersebut, satu prajurit TNI gugur, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan. (knu)