Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru

Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026

Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Teheran dengan mengancam akan melakukan 'hal-hal yang sangat buruk' jika Iran nekat memulai kembali program nuklirnya di lokasi baru.

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News pada Rabu (4/2), tepat di tengah persiapan kedua negara untuk menggelar perundingan nuklir tidak langsung. Perundingan sendiri dijadwalkan bakal berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).

Baca juga:

Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memuncak setelah serangan militer AS pada musim panas lalu yang diklaim Trump telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran secara total.

Meski sempat muncul keraguan mengenai kelangsungan diplomasi ini, pejabat Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengonfirmasi bahwa pertemuan di Oman akan tetap berjalan sesuai jadwal.

Ancaman 'Hal Buruk' dan Negosiasi Alot

Trump mengklaim intelijen Amerika Serikat telah mendeteksi pergerakan Iran yang mencoba membangun fasilitas nuklir di wilayah lain guna menggantikan lokasi yang hancur.

Trump menegaskan bahwa pemantauan terhadap aktivitas Teheran dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada celah bagi pengembangan senjata pemusnah massal.

“Mereka mencoba kembali ke lokasi itu. Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya, kehancurannya total. Namun, mereka berpikir untuk memulai lokasi baru di bagian lain negara itu. Kami mengetahuinya. Saya berkata, ‘Jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada kalian’,” tegas Trump seperti dikutip Antara, Kamis (5/2).

Di sisi lain, laporan dari media Axios menyebutkan bahwa Washington sempat memberikan ultimatum "ambil atau tinggalkan" terkait format perundingan.

Baca juga:

Prabowo Minta Masukan Mantan Menlu dan Akademisi soal Aliansi Perdamaian Bentukan Donald Trump

Meskipun Iran sempat menolak, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk bertemu di Muscat setelah sebelumnya Istanbul juga sempat diusulkan sebagai lokasi alternatif.

Isu Pertahanan dan Spekulasi Harga Aset Aman

Perundingan ini diprediksi akan berjalan alot karena adanya perbedaan kerangka pembahasan.

Sumber dari kantor berita Mehr menyebutkan bahwa AS mencoba memasukkan isu pertahanan di luar nuklir, sementara Iran bersikukuh program mereka hanya untuk tujuan damai.

Ketidakpastian geopolitik di Teluk Persia ini biasanya memicu kekhawatiran pasar global, terutama pada komoditas aset aman seperti emas.

Baca Artikel Asli