Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Dipha Barus x Hindia Rilis 'Nafas', Soroti Isu Trauma yang Diam-Diam Diwarisi

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026

MerahPutih.com - Dipha Barus dan Hindia mengangkat isu trauma lintas generasi lewat karya terbaru berjudul Nafas. Lewat lagu ini, mereka mencoba menerjemahkan realitas yang relevan dengan banyak orang ke dalam karya musik reflektif dan emosional.

Secara implisit Dipha Barus dan Hindia menggambarkan tentang hal yang tak terlihat, namun diam-diam terus memengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. Ia kemudian membentuk pola pikir, cara bereaksi, hingga kemampuan bertahan. Tak selalu bersumber dari pengalaman pribadi, melainkan dari sesuatu yang diwariskan secara perlahan, hampir tanpa disadari.

Berawal dari luka dalam ruang yang seharusnya aman—keluarga—ia kemudian mengendap dalam pikiran dan perasaan hingga terasa menyesakkan. Kerap dianggap tabu untuk dibicarakan, membuat banyak orang hanya bisa terjebak tanpa daya.

Nafas menjadi ruang untuk memahami bahwa tidak semua luka terlihat, namun dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Hindia Hadirkan Single 'Kids', Terinspirasi Ikatan dengan Kucing Peliharaan

Cerita Penyesalan dari Adrian Khalif dan Dipha Barus dalam Lagu 'Kualat'

Lirik Nafas - Dipha Barus & Hinda

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku

Takut atas hal-hal yang ku tak tahu

Semoga aku tak dikalahkan raga tubuhku

Sakit saat sadar aku tidak terbelenggu

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku

Menjauh tanpa dengar ceritamu

Semoga tak ku kasih ruang tuk kebingunganku

Buang waktu mencari tujuanku

Ku urai satu-satu

Semua takut dan cemasku

Menjadi pemilik tubuhku ia kan takluk dan berikan jalan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

Semoga aku tak terlalu banyak bicara

Menghukum diri tuk sesuatu yang sia-sia

Lupa terapkan saran yang sering ku berikan kepada orang lain tuk keperluan batin

Kadang hidup hanya perlu main-main

Masalah usai semalam ya tidak mungkin

Tidak tentu sisa hariku diburu perkara

Jangan ku ingat hal-hal yang buruk saja

Ku urai satu-satu

Semua takut dan cemasku

Menjadi pemilik tubuhku ia kan takluk dan berikan jalan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

Mungkin ini semua turun-temurun

Mungkin cara ayah dan ibu besarkan aku

Untuk itu ku maafkan diriku

Aku maafkan kamu, juga orang tuamu

Sebelum terlambat untuk ku tersadar

Bahwa ini semua siklus yang berputar

Kupunya pilihan untuk melanjutkan

Aku putuskan usai aku berperan

Mudah-mudahan

Aku berperan

Menyambung nafas, doa keluargaku

Oh Mudah-mudahan

(far)

Baca Artikel Asli