MerahPutih.com - Dipha Barus dan Hindia mengangkat isu trauma lintas generasi lewat karya terbaru berjudul Nafas. Lewat lagu ini, mereka mencoba menerjemahkan realitas yang relevan dengan banyak orang ke dalam karya musik reflektif dan emosional.
Secara implisit Dipha Barus dan Hindia menggambarkan tentang hal yang tak terlihat, namun diam-diam terus memengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. Ia kemudian membentuk pola pikir, cara bereaksi, hingga kemampuan bertahan. Tak selalu bersumber dari pengalaman pribadi, melainkan dari sesuatu yang diwariskan secara perlahan, hampir tanpa disadari.
Berawal dari luka dalam ruang yang seharusnya aman—keluarga—ia kemudian mengendap dalam pikiran dan perasaan hingga terasa menyesakkan. Kerap dianggap tabu untuk dibicarakan, membuat banyak orang hanya bisa terjebak tanpa daya.
Nafas menjadi ruang untuk memahami bahwa tidak semua luka terlihat, namun dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Hindia Hadirkan Single 'Kids', Terinspirasi Ikatan dengan Kucing Peliharaan
Cerita Penyesalan dari Adrian Khalif dan Dipha Barus dalam Lagu 'Kualat'
Lirik Nafas - Dipha Barus & Hinda
Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku
Takut atas hal-hal yang ku tak tahu
Semoga aku tak dikalahkan raga tubuhku
Sakit saat sadar aku tidak terbelenggu
Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku
Menjauh tanpa dengar ceritamu
Semoga tak ku kasih ruang tuk kebingunganku
Buang waktu mencari tujuanku
Ku urai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku ia kan takluk dan berikan jalan
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas, doa keluargaku
Oh Mudah-mudahan
Semoga aku tak terlalu banyak bicara
Menghukum diri tuk sesuatu yang sia-sia
Lupa terapkan saran yang sering ku berikan kepada orang lain tuk keperluan batin
Kadang hidup hanya perlu main-main
Masalah usai semalam ya tidak mungkin
Tidak tentu sisa hariku diburu perkara
Jangan ku ingat hal-hal yang buruk saja
Ku urai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku ia kan takluk dan berikan jalan
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas, doa keluargaku
Oh Mudah-mudahan
Mungkin ini semua turun-temurun
Mungkin cara ayah dan ibu besarkan aku
Untuk itu ku maafkan diriku
Aku maafkan kamu, juga orang tuamu
Sebelum terlambat untuk ku tersadar
Bahwa ini semua siklus yang berputar
Kupunya pilihan untuk melanjutkan
Aku putuskan usai aku berperan
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas, doa keluargaku
Oh Mudah-mudahan
(far)