Merahputih.com - Kejutan besar mewarnai detik-detik penutupan bursa transfer ketika Tottenham Hotspur secara resmi mendaratkan Mykhailo Mudryk dari rival sekotanya, Chelsea, dengan status pinjaman.
Keputusan transfer Mykhailo Mudryk ini menjadi manuver darurat bagi Spurs untuk mengatasi krisis gol mereka, sekaligus menandai comeback sang winger ke lapangan hijau setelah menuntaskan hukuman panjang akibat kasus doping.
Manuver di bursa transfer Deadline Day ini terbilang sangat agresif, apalagi Tottenham Hotspur menyisipkan opsi pembelian permanen senilai £75 juta untuk musim panas mendatang.
Baca juga:
Keputusan membawa Mudryk ke Tottenham terpaksa diambil manajemen usai incaran utama mereka, Cody Gakpo dan Iliman Ndiaye, lepas dari genggaman.
Meski sebelumnya skuad asuhan Roberto De Zerbi sudah kedatangan Omar Marmoush dan Savio, mandulnya lini depan Spurs, tanpa satu gol pun di liga sejauh ini, memaksa mereka mencari daya gedor tambahan.
Di sisi lain, Chelsea memang butuh wadah untuk menyalurkan pemain asal Ukraina ini agar bisa kembali bugar, mengingat ia belum pernah mencicipi laga kompetitif sejak November 2024.
Menolak Leeds, Memilih Reuni di London Utara

Sebelum mendarat di markas Spurs, manajemen The Blues sebenarnya sempat ngobrol serius dengan Leeds United terkait peminjaman Mudryk.
Namun, begitu radar ketertarikan dari London Utara muncul, sang pemain tanpa ragu langsung menjadikannya prioritas utama.
Faktor penentunya sudah jelas yaitu sosok Roberto De Zerbi. Keduanya punya kedekatan spesial saat sama-sama masih berseragam Shakhtar Donetsk, yang membuat proses adaptasi taktik diyakini bakal berjalan mulus.
Saya sudah tidak sabar untuk segera berlatih dan bermain buat klub ini, dan pastinya sangat antusias bisa reuni lagi dengan Roberto De Zerbi. Saya melihat skuad yang sangat kuat dengan pemain-pemain hebat di sini, dan saya siap berbagi momen spesial bersama mereka di lapangan,
ungkap Mudryk.
Taruhan Besar De Zerbi untuk Sang Winger Cepat
Bagi De Zerbi, merekrut mantan anak asuhnya bukanlah sekadar perjudian buta. Manajer asal Italia ini tahu betul cara memaksimalkan potensi pemain berusia 25 tahun itu, yang performanya sempat tenggelam di bawah tekanan harga mahal £89 juta saat dibeli Chelsea pada awal 2023 lalu.
Sang pelatih siap pasang badan dan menuntut standar tertinggi demi mengembalikan ketajaman "Misha", sapaan akrab Mudryk.
Pernah bekerja sama dengan Misha di awal kariernya bikin saya tahu persis apa yang bisa dia berikan untuk tim ini. Dia punya kualitas untuk mengubah jalannya pertandingan lewat kecepatan dan kelincahannya dalam duel satu lawan satu,
puji De Zerbi. “Saya bakal menuntut banyak darinya, dan tugas kamilah untuk membantu dia menemukan versi terbaik dari dirinya. Kalau kita bisa melakukan itu, dia bakal jadi aset yang sangat penting buat tim. Saya sangat senang dia memilih datang ke sini.”
Kini, patut ditunggu apakah sentuhan magis De Zerbi mampu menghapus status "pembelian gagal" yang selama ini melekat pada diri Mudryk, sekaligus mengakhiri kutukan seret gol Tottenham di awal musim ini.