Dibalik Kehidupan Atlit Tuna Netra
>MerahPutih- Menjalani hidup sebagai seorang Tuna netra tidak membuat semangatnya luntur, dari segala keterbatasan yang dimilikinya, Usup Supendi mampu hidup tanpa mengiba belas kasih dari orang lain di kota sekeras Jakarta.>Demi menyambung hidup keluarganya, bapak tiga anak ini melakoni segala profesi. Dari tukang pijet, guru, ketua Rukun Warga (RT), hingga atlet olah raga khusus tuna netra pernah ia jalani. Baginya, hidup adalah berjuang, walau dalam kegelapan, selama ia mampu berjalan apapun itu akan ia lakoni, sejauh tidak merugikan orang lain.>
>Semangat BERDIKARI>Saat itu matahari sudah mulai memudar, saya menemui bapak paruh baya ini di kediamannya, di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ia baru saja pulang mengajar, dirinya merupakan salah satu tenaga pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Darma Asih, Payundara, Depok. Profesi ini cukup melegakan baginya, ia sangat bersyukur masih ada orang-orang yang memerlukan tenaga dan pikirannya walau dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.>Yang patut saya kagumi dari bapak 52 tahun ini adalah semangat kerjanya yang begitu tinggi, belum lagi dengan prinsip berdiri dengan kaki sendiri yang selalu ia jungjung tinggi. Baginya meminta atau mengandalkan orang lain dalam menjalani hidup sama saja tidak dapat mensyukuri dan memanfaatkan karunia Tuhan. Walau ia dilahirkan sebagai tuna netra, hidupnya harus terus patut ia syukuri dengan terus berkerja keras sampai akhir, karena itulah tujuan Tuhan memberikan kehidupan pada manusia.
>“Yang namanya hidup ya harus kerja, enggak bisa ngandelin apa lagi minta-minta sama orang lain, selama masih bisa kerja ngapain minta-minta,” ucapnya tegas.>Selain dikenal sebagi pekerja keras, bapak satu ini juga dikenal sebagai sosok yang ramah dilingkungan tempat tinggalnya. Karna itu ia dipercaya oleh warga setempat untuk memegang jabatan sebagai ketua RT.>“Ya, Pak Usup itu orangnya baik, jujur, terus rajin, apa aja dia kerjain. Jadi amanah deh, mangkanya dia pernah jadi ketua RT di sinin,” urai Samiji salah sorang tetanggak Usup.
>>Utamakan Masa Depan Anak>Anak adalah harapan bagi setiap orang tua, begitupun harapan Usup Supendi. Dari ketiga anak yang dianugrahkan Tuhan kepadanya, ia sangat bersyukur ketiga buah hatinya normal tidak memiliki kekuranagn fisik apapun.>Mengenai pendidikan anak, Usup selalu memberikan yang terbaik yang mampu ia berikan. Terbukti salah satu anaknya ada yang sudah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Sedangkan dua buah hati lainnya masih bersekolah di bangku SD dan SMP.>Selain memberikan pendidikan formal kepada anak-anaknya, Usup selalu mengajarkan kepada ketiga putra-putrinya untuk selalu berjuang dalam hidup apapun keadaannya, ia ajarkan nilai-nilai kehidupan yang mungkin tidak banyak diajarkan di sekolah.>Itulah sepenggal cerita dari sosok yang terlihat lemah dari segala keterbatasan yang dimilikinya, tapi dengan kekuatan hati dan tekat untuk terus berjuang dalam kehidupan, menjadikan dirinya sosok yang kuat dan tangguh. Gelapnya dunia tidak menjadi alasan untuk ia sandarkan beban hidupnya pada orang lain, baginya gelap yang dimilikinya adalah salah satu anugrah Tuhan yang tetap harus ia syukuri. Semoga menginspirasi.