Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

'Di Hotel Malibu', Eksplorasi Soul hingga Pop dari Thee Marloes

Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026

MERAHPUTIH.COM - SETELAH membuka babak baru lewat single Under The Silver Moon, trio soul asal Surabaya, Thee Marloes, kembali melanjutkan langkah menuju album kedua mereka dengan merilis lagu utama bertajuk Di Hotel Malibu. Lagu ini rilis pada 30 Maret 2026 dan menjadi pengantar penting sebelum album penuh mereka yang direncanakan hadir pada Mei 2026 melalui label asal Amerika Serikat, Big Crown Records.

Dari sisi musikalitas, Di Hotel Malibu menawarkan eksplorasi yang mengalir di antara genre soul, yacht rock, hingga pop. Hasilnya yakni warna musik yang terasa santai, ringan, tapi tetap menarik dan mudah diingat. Lagu ini terdengar begitu natural dan tidak dibuat-buat, sesuatu yang lahir dari proses kreatif yang spontan di studio. Band ini bahkan menyebut lagu tersebut sebagai salah satu karya yang paling mudah mereka tulis dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan membawa lirik berbahasa Indonesia, Thee Marloes menyajikan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tentang pertemuan yang tak terduga. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang tidak pernah benar-benar tahu kapan, di mana, dan dengan siapa ia akan bertemu, dan justru dari momen-momen tak direncanakan itulah sering muncul koneksi yang tulus.

Baca juga:

Thee Marloes Rilis Single 'Under The Silver Moon', Umumkan Album Baru 'Di Hotel Malibu'


Secara aransemen, Di Hotel Malibu diperkaya dengan berbagai elemen musikal yang membuatnya terasa hidup. Mulai dari permainan hand drums dan ritme perkusi yang dinamis, petikan gitar dengan karakter tajam, hingga sentuhan flute yang ringan dan mengalir. Seluruh elemen tersebut berpadu harmonis dengan vokal khas Natassya Sianturi yang hangat dan bercahaya, menjadi pengikat utama dalam keseluruhan komposisi.

Melalui lagu ini, Thee Marloes semakin menunjukkan arah musikal mereka yang kian berkembang dan fleksibel dalam album kedua. Dari tema tentang jarak hingga kisah pertemuan yang tak terduga, mereka merangkai berbagai pengalaman menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan penuh nuansa.(Far)

Baca juga:

Thee Marloes Rilis ‘Harap dan Ragu’, Refleksi Lembut tentang Waktu dan Ketidakpastian

Baca Artikel Asli