HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'

HUSH lepas EP baru. (Foto: dok/hush)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BAND alternatif rock asal Bandung, HUSH, kembali dengan EP terbaru bertajuk Early Junk. Rilisan ini berisi sejumlah lagu yang pada awalnya dipersiapkan untuk menjadi bagian dari album penuh. Namun, dalam proses pengerjaannya, HUSH menyadari bahwa beberapa materi memiliki karakter yang berbeda dari arah musikal album utama.

Alih-alih memaksakan lagu-lagu tersebut masuk ke satu konsep, HUSH memilih mengurasi materi yang memiliki warna tersendiri dan merangkumnya menjadi sebuah EP. Dengan demikian, Early Junk menjadi wadah bagi lagu-lagu yang sebelumnya berada di luar jalur utama album untuk berkembang menjadi sebuah cerita yang lebih utuh. Meski lahir dari materi yang tidak terpilih untuk rilisan utama, setiap lagu di dalamnya tetap memiliki identitas dan peran masing-masing.

HUSH terbentuk di Bandung pada pertengahan 2022, berawal dari sebuah lingkaran pertemanan yang kemudian berkembang menjadi proyek musik bersama. Saat ini, HUSH diperkuat Agung pada drum, Roi pada synthesizer dan vokal, Isal pada gitar dan vokal, Albin pada bass, serta Rei pada vokal dan gitar.

Pada awal perjalanan mereka, HUSH banyak mengeksplorasi karakter post-punk. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menemukan bentuk musikal yang lebih sesuai dengan identitasnya, yakni perpaduan alternative rock dan shoegaze. Kehadiran Roi pada 2023 juga memberikan warna baru dalam eksplorasi musik mereka. Permainan synthesizer yang dibawanya kemudian berkembang menjadi salah satu elemen penting dalam membangun karakter suara HUSH.

Baca juga:

Nickelback Umumkan Album Baru Everything Under The Sun, Gandeng John 5 di Single 'Rattle The Cage'



Melalui Early Junk, HUSH menawarkan lanskap alternative rock yang kaya lapisan. Synthesizer dengan nuansa atmosferik berpadu dengan gitar dan bass yang agresif, permainan drum yang dinamis, serta vokal bernuansa melankolis. Karakter tersebut terbentuk dari beragam referensi musik yang dibawa setiap personel, mulai dari Pink Floyd, Nine Inch Nails, Lily Chou-Chou, Autolux, Julie, Pixies, hingga They Are Gutting a Body of Water.

Perbedaan latar referensi musikal tersebut menjadi tantangan tersendiri selama proses kreatif. Namun, justru dari perbedaan itulah HUSH menemukan ruang untuk terus bereksperimen dan membentuk identitas suara mereka sendiri. Early Junk menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut, ketika berbagai pengaruh dipertemukan dan diolah menjadi karya dengan karakter yang semakin personal.

Secara tematik, Early Junk membawa cerita tentang seseorang yang berada di penghujung sebuah hubungan. Di dalamnya terdapat gambaran mengenai kelelahan emosional yang terus menumpuk akibat tuntutan untuk selalu terlihat kuat dan mampu menghadapi berbagai persoalan seorang diri.

Melalui lirik-liriknya, HUSH turut menyoroti bagaimana pandangan maskulinitas yang kaku dapat membuat seseorang terbiasa menyembunyikan perasaan, menolak kebutuhan untuk bergantung pada orang lain, hingga akhirnya menghadapi kehancuran secara diam-diam. Dari situ, EP ini menghadirkan refleksi bahwa mengakui rasa lelah dan kerentanan bukanlah bentuk kegagalan.

Sebaliknya, menerima sisi rapuh dalam diri menjadi bagian penting dari proses untuk memahami diri sendiri dan menjalani kehidupan sebagai manusia. Gagasan tersebut membuat Early Junk tidak hanya berbicara mengenai berakhirnya sebuah hubungan, tetapi juga tentang perjalanan seseorang dalam berdamai dengan emosi dan keterbatasannya.

Bagi HUSH, perilisan Early Junk sekaligus menjadi penanda perjalanan mereka selama kurang lebih dua tahun sejak karya terakhir dirilis. Dalam periode tersebut, setiap personel juga melewati fase quarter-life crisis yang secara tidak langsung memengaruhi cara mereka memandang kehidupan, menulis lagu, dan menerjemahkan pengalaman personal ke dalam musik.

Berbagai pengalaman itu kemudian menemukan bentuknya dalam atmosfer Early Junk. EP ini menjadi dokumentasi dari sebuah fase ketika HUSH tidak hanya berkembang secara musikal, tetapi juga berhadapan dengan perubahan, kegelisahan, serta proses memahami diri yang turut mewarnai perjalanan mereka sebagai individu maupun sebagai sebuah band.(Far)

Baca juga:

Makna 'Gimme Dat Love', Lagu Baru i-dle tentang Cinta yang Penuh Hasrat

#Musik #Lagu #Lagu Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
Synchronize Fest 2026 menghadirkan special show Geisha, Project Pop, Warkop DKI, Emo Revival, Reggae Gang hingga Timur Basudara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Bagikan