Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Di Balik Pembelian Besar-Besaran Album K-Pop

Dwi Astarini - Minggu, 19 Desember 2021

ADA sisi muram di balik penjualan album K-pop. Praktik pembelian album secara besar-besaran untuk mendukung boy group atau girl group dalam tangga musik di Korea Selatan seakan jadi sebuah kebiasaan bagi para penggemar K-pop. Para penggemar membela diri dan berkeras hal itu benar karena digunakan untuk mencatatkan rekor penjualan album yang lebih tinggi bagi idola mereka. Selain itu, fan juga menggunakan kesempatan membeli banyak album untuk mendapat kesempatan mendaftar di acara fan sign dengan sang idola.

Terlebih lagi perusahaan rekaman juga memasukkan beragam macam versi photocard yang belum pernah dirilis dari setiap anggota ke kemasan album mereka. Para penggemar lantas berlomba mengumpulkan semua photocard tersebut dengan cara membeli banyak album. Semua demi melengkapi koleksi photocard.

BACA JUGA:

Tiga Hal Ini Bedakan Musik K-Pop dengan Musik Pop Barat

Namun, seperti ungkapan 'apa pun yang berlebihan tidak akan berakhir baik', begitu juga aksi borong album K-Pop. Tak sedikit fan yang hanya mengambil photocard lalu meninggalkan album fisiknya begitu saja. Padahal, mereka sudah beli dalam jumlah yang cukup banyak.

K-pop
Menyebabkan beberapa photocard mengalami kelonjakan harga. ( Twitter chocobhaul)


Kejadian terbaru ialah aksi borong album NCT. Seorang penggemar membagikan sebuah cerita ketika ia menemukan dua kardus berisi album yang ditinggalkan begitu saja seperti sampah, setelah photocard di dalamnya dikeluarkan, di Myeongdong City Record.


Di lain sisi, seperti dilansir Allkpop, baru-baru ini, salah seorang penggemar mengungkapkan perjuangannya untuk mendapatkan satu album NCT Universe. Ia juga berusaha mendapatkan photocard salah seorang anggota boy group tersebut, Jeno. Namun, dengan banyaknya fan lain yang membeli album ini, harga sebuah photocard Jeno jadi melonjak. Fan lantas protes.


Lonjakan harga untuk sebuah photcard bukan lagi hal baru di dunia K-pop. Harga beberapa photocard bisa melonjak karena banyak penggemar yang mencarinya. Selain itu, cukup sulit juga menemukan satu photocard yang diinginkan dari sekian banyak jumlah photocard yang ada. Cara umum yang dilakukan penggemar untuk mendapatkan kartu foto incaran mereka ialah dengan membeli album sebanyak mungkin.

K-pop
Banyak album yang ditinggalkan setelah photocard diambil. (allkpop.com)


Meski demikian, para penggemar K-pop dari dulu telah melakukan cara agar album yang mereka beli dalam jumlah banyak tidak menjadi sampah. Mereka membuat pemasaran di komunitas daring untuk kotak album yang mereka tinggalkan di tempat umum, seperti tempat parkir, lift, dan lorong sekolah. Mereka memberikan tanda bertuliskan 'gratis'. Beberapa penggemar juga mencoba menyumbangkan album ke organisasi amal, tetapi tidak semua organisasi amal menginginkan album tersebut.

Tak hanya untuk album NCT, hal serupa juga terjadi pada beberapa boy grup lain. Penggemar yang melihat permasalahan yang terus berlanjut ini merasa bahwa kegiatan ini tidak baik. Jika para fan terus melakukan hal seperti ini, masalah sampah bisa terjadi. Para penggemar kini mulai meminta agensi atau perusahaan rekaman ikut ambil bagian dalam solusi. Mereka menyatakan kegiatan ini tidak akan selesai jika agensi ataupun perusahaan tidak bekerja sama.(pid)

Baca Artikel Asli